Monday, 21 August, 2017 - 01:33

Ahmad Muhajir, Menyulap Sampah Kaleng Jadi Miniatur Vespa

TANGAN KREATIF - Ahmad Muhajir memperlihatkan miniatur vespa buatannya. (Foto : Surahmanto Sukirman/ Metrosulawesi)

Belajar dari Medsos, Punya Pelanggan hingga Bali

Ide kreatif yang satu ini bisa jadi inspirasi. Sampah dari kaleng bekas yang sudah tidak terpakai, diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Bahkan bernilai cukup tinggi. Berikut laporannya.

ADALAH Ahmad Muhajir, pemilik sari laut Mas Ahmad di jalan Tanjung Tururuka. Dia memiliki keahlian mengolah sampah kaleng minuman menjadi miniatur vespa.
Kepada Metrosulawesi, Ahmad menjelaskan bahwa dirinya prihatin dengan sampah khususnya limbah kaleng. Dia kemudian tergerak untuk mengubah sampah kaleng itu menjadi sesuatu yang bernilai.
 
Dia pun kemudian mencari ide di media sosial. Dia melihat miniatur vespa yang terbuat dari limbah kaleng minuman asal kota Cikarang yang diupload oleh Sudirman. Ahmad mengaku tertarik untuk membuat hal serupa.

“Karena keinginan belajar yang tinggi, akhirnya saya diminta kepada pak Sudirman pemilik miniatur vespa  itu untuk membeli dua minatur vespa miliknya, harganya Rp275.000 sudah dengan ongkos kirim, sehingga satelah seminggu saya perhatikan, akhirnya saya putuskan belajar kepada Sudirman melalui media sosial,” katanya.

“Proses belajar saya selama satu minggu melalui medsos. Jadi ketika saya mendapatkan kendala dalam membuat, saya minta saran untuk menyelesaikan pembuatan miniatur vespa. Jadi dengan syarat membeli dua miniatur vespa akhirnya saya bisa belajar membuat miniatur vespa,” sambungnya.

Ahmad  menjelaskan bahwa dirinya menyukai seni sejak di bangku kuliah, karena menganggap miniatur vespa adalah seni. Sehingga membeli miniatur vespa sekaligus mencari manfaat.

“Saya mencari manfaat melalui miniatur vespa yang saya beli, ternyata setelah saya pelajari, limbah kaleng minuman dapat saya jadikan barang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa selama dua bulan membuat miniatur vespa, pelanggannya sudah mencapai 50 orang. Miniatur vespa dijual dengan harga Rp50.000 hingga Rp200.000.

Miniatur vespa milik Ahmad paling banyak laku di Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Bali Hingga Sumatra.

“Saya promosi hanya melalui medsos untuk menjual  miniatur vespa. Uniknya vespa yang saya buat tidak monoton warna polos, tetapi gambar sesuai permintaan pelanggan, gambarnya seperti  ucapan ulang tahun dan sketsa ucapan pernikahan,” katanya.

“Rencananya saya akan belajar miniatur motor GP, karena ada permintaan untuk dibuatkan miniatur motor GP, jadi saya sedang belajar dari teman di jawa tengah, ada juga asbak yang terbuat dari limbah kaleng saya buat, belajar dari taufik asal jakarta, sehingga ada juga hasil miniatur vespa yag saya sandingkan dengan asbak di samping vespa” sambungnya.

Bahan baku miniatur vespa diantaranya limbah kaleng minuman, limbah besi, tutup botol minuman, dan kertas. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu miniatur vespa adalah tiga jam.

Ahmad menjelaskan sudah menawarkan miniatur  vespa ke toko oleh-oleh khas Palu dan toko aksesoris ulang tahun.

“Saya sudah menawari ke beberapa tempat, tapi tidak semuanya menerima, karena dianggap tidak bagus, tapi ada juga yang langsung memesan sesuai permintaan karena melihat keunikan miniatur vespa ini,” ungkapnya.

“Ada ketakutan saya kalau usaha miniatur vespa meningkat, karena permintaan akan semakin banyak, sementara saya memiliki warung makan yang saya kelola sendiri. Sehingga saya membuka bagi siapa saja yang mau belajar untuk membuat minatur vespa,” sambungnya.

Rencananya Ahmad akan membuat minatur vespa untuk diberikan kepada Wali Kota.

“Saya akan membuat dengan gambar jembatan Ponulele, agar mendapat pengakuan, bahwa saya ikut berperan mengurangi limbah di kota Palu, karena saya mendengar ada Gerakan Gali Gasa untuk menciptakan Palu bebas sampah,” katanya.

Ahmad berharap usahanya bisa berkembang dan memberikan manfaat kepada kota Palu untuk membersihkan limbah sampah. Masyarakat juga harus berperan dan lebih menghargai limbah kaleng agar difikirkna untuk menghasilkan hal yang bermanfaat, terkhususnya kepada anak muda dapat berkreasi dari limbah dan menghasilkan nilai jual.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.