Thursday, 29 June, 2017 - 06:58

Ajang Peningkatan Kualitas, Ketua Forki Sulteng Dorong Kejuaraan Karate Rutin Digelar

Ketua Forki Sulteng, Ahmad M Ali, Danrem 132 Tadulako dan sejumlah yang hadir foto bersama atlet. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kejuaraan Karate Danrem 132 Tadulako Open Tournament resmi digelar, Jumat 16 Desember 2016 kemarin. Iven yang berlangsung hingga Minggu 18 Desember 2016 besok itu dijadikan sebagai ajang untuk menguji dan meningkatkan kualitas atlet-atlet karate, baik karateka se-Sulawesi Tengah maupun secara nasional.

Sedikitnya ada 391 atlet karate dari berbagai daerah mengikuti kejuaraan terbuka itu, baik dari Sulawesi Tengah maupun perguruan karate dari provinsi tetangga juga turut meramaikan kejuaraan tersebut.

Melalui ajang ini, Komandan Korem 132 Tadulako Kolonel Inf Saleh Mustafa berharap akan lahir atlet-atlet karate yang berkualitas dan dapat mengukir prestasi di ajang nasional bahkan internasional.

“Melalui kejuaraan ini patut kita beri apresiasi kepada para karateka, karena (cabor) karate juga ikut mengangkat nama Sulteng pada PON XIX lalu,” ungkap Komandan yang pecinta bela diri itu saat membuka secara resmi kejuaraan karate di Ballrom Hotel Mercure Palu.

Katanya, kejuaraan karate tersebut merupakan kegiatan strategis dan penting sebagai ajang membuktikan peningkatan kualitas atlet karate yg dibimbing selama ini.

“Saya akan pantau terus dan akan bekerja sama dngan Forki untuk memajukan karate di Sulteng,” ujarnya.

Ketua Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Sulawesi Tengah Ahmad M Ali juga menaruh harapan yang sama melalui kejuaraan tersebut. Dia juga mengharapkan akan lahir karateka-karateka terbaik di kejuaraan itu. Khusus perwakilan Sulawesi Tengah, ia mengharapkan akan ada karateka baru yang bisa mengharumkan nama daerah.

Untuk melahirkan karateka yang dapat mengukir prestasi hingga ajang internasional melalui kejuaraan itu diharapkan pula peran penting para wasit yang benar-benar memberikan penilaian secara sportif.

“Di kejuaraan ini, juara bukanlah hasil terpenting. Yang penting saat ini kita dapat melahirkan atlet yang menjunjng tinggi sportifitas,” kata Ketua Forki Sulteng.

“Saya berharap kepada dewan juri, tidaklah penting siapa yang juara. Tapi berilah penilaian sesuai kemampuan atlet masing-masing. Jangan bunuh keringat atlet, karena ego yang akan membunuh smangat para atlet,” harap dia.

Dia juga berharap kejuaraan ini akan melahirkan atlet-atlet berbakat yang dapat dibanggakan nantinya dengan prestasi, bukan hanya sebatas prestasi di ajang nasional tapi juga internasional.

“Capaian PON bukan akhir, tapi awal untuk terus menciptakan prestasi atlet. Saya berharap melalui kejuaraann ini bisa melahirkan Kristo baru yang berprestasi nasional,” tandasnya.

Kristo merupakan atlet terbaik Sulteng yang sudah banyak mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Untuk melahirkan atlet-atlet karate yang berprestasi, Ahmad M Ali yang juga anggota DPR RI itu mendorong agar iven-iven kejuaraan karate seperti ini rutin digelar, baik bertaraf kejuaraan nasional maupun kejuaraan daerah.

“Sya berharap setiap Pengda mualai gelar kembali kejuaraan-kejuaraan lokal. Kalau perlu setiap bulan, sebagai ajang peningkatan prestasi untuk mnyiapkan atlet kejuaraan nasional,” pungkasnya.

Meskipun kejuaraan tersebut merupakan kejuaraan karate bertaraf nasional yang pertama kali digelar di Sulawesi Tengah, Ahmad M Ali berharap iven tersebut dapat melahirkan atlet bertaraf nasional.

Untuk melahirkan atlet-atlet terbaik ia juga berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng bersama Forki melakukan sinergitas yang baik untuk kemajuan olahraga bela diri tersebut.

“Selamat kepada ketua KONI yang baru. Semoga kita kedepan bisa menjalin sinergi untuk mengembangkan olahraga Sulteng, khususnya karate.”

Komandan Korem secara resmi membuka kejuaraan itu. Di hari yang sama, juga dilakukan pengalungan medali kepada para atlet yang sudah menjalai pertandingan sejak pagi. Di kejuaraan tersebut para atlet akan memperebutkan piala bergilir dan piala tetap Korem 132 Tadulako. Selain itu, Forki Sulteng juga menyediakan bonus total Rp 200 juta untuk atlet berprestasi.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.