Tuesday, 23 May, 2017 - 16:55

Akademisi Untad Bukukan Warisan Sejarah Donggala

Dr H Lukman Nadjamuddin, M. Hum. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Dr H Lukman Nadjamuddin M.Hum membukukan warisan sejarah di Kabupaten Donggala lewat buku “Satu Kota Empat Dimensi: Donggala Pada Masa Tradisional Hingga Terbentuknya Kabupaten”. Buku tersebut ia tulis bersama akademisi dan praktisi lainnya yakni Idrus A Rore S.Pd.,SH.,M.Pd, Dr Iskandar Ahmad M.Hum, Dr Nureadah S.Pd.,M.Pd dan Wilman Daersono S.Pd.

Lukman mengatakan, buku yang ia tulis merupakan langkah mengabadikan peristiwa atau sejarah masa lalu di Donggala. Ia mengaku penulisan buku tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Donggala Kasman Lassa.

“Beliau (Bupati Donggala) secara tulus merespon ketika kami menyampaikan gagasan untuk mengabadikan warisan sejarah di Kabupaten Donggala,” kata Lukman saat bedah buku Satu Kota Empat Dimensi: Donggala Pada Masa Tradisional Hingga Terbentuknya Kabupaten di Lantai IV Rektorat Untad, Jumat, 16 Desember 2016.

Dia menjelaskan, substansi buku tersebut fokus pada Donggala masa tradisional hingga terbentuk menjadi kabupaten yang terangkum dalam empat zaman yaitu masa tradsional, Hindia Belanda, Pendudukan Jepang sampai masa kemerdekaan.

Dia menambahkan, buku yang dicetak 800 eksemplar itu tidak akan diperjual belikan. Buku nantinya akan dibagikan secara gratis, khususnya di Kabupaten Donggala. Selain itu, Lukman berharap buku yang ia tulis bisa menjadi rujukan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

“Kami menyadari kekurangan dan kekeliruan dalam penyajian materi buku ini tentu sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, kami terbuka untuk dikritik dan dikoreksi secara konstruktif untuk menjadi catatan selanjutnya,” tandas Dekan FKIP Untad itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala Rustam Efendi yang turut menghadiri kegiatan bedah buku menuturkan, karya yang dihasilkan para akademsi Untad Palu melalui buku Kota Empat Dimensi: Donggala Pada Masa Tradisional Hingga Terbentuknya Kabupaten menjadi bukti warisan sejarah di daerahnya.

“Apresiasi tertinggi dari bapak Bupati Donggala. Beliau tidak bisa hadir saat ini karena ada kegiatan yang tidak bisa diwakilkan,” tutur  Rustam Efendi.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Donggala Saja’un berharap, buku tersebut diharapkan terbit dalam bahasa inggris agar bisa jadi souvenir khas daerah, khususnya kepada wisatawan mancanegara.

“Karena souvenir seperti buku sejarah sangat susah dicari di daerah kita ini. Jadi saya harap bisa dicetak dalam bahasa inggris,” ucapnya.

Acara bedah buku ini mengahdirkan Prof Dr H Hanafi Sulaiman MA sebagai narasumber utama bersama akademisi Untad lainnya. Kegiatan juga turut dihadiri Staf Ahli Bupati Donggala Syamsu Alam dan Kepala Dinas Kehuatanan dan Perkebunan Anhar serta undangan lain.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.