Saturday, 22 September, 2018 - 09:13

Akhmad Risandy Dwi Putra, Eselon IV a Termuda Pemkot Palu

Akhmad Risandy Dwi Putra, SSTP, MAP. (Foto: M Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

KARIR:
  • Staff BKD Kota Palu (2015-2016).
  • Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Walikota Palu (2016).
  • Sekretaris Pribadi (Sekpri) Walikota Palu (2017-2018).
  • Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Bagian Administrasi Umum Sekeratriat Daerah Kota Palu.

Kerja Jujur dan Inovatif, Jabatan Pasti Mengikut

AKHMAD Risandy Dwi Putra, S.STP, M.A.P, mengatakan jabatan baru, berarti tanggungjawab lebih besar menunggu untuk segera dilaksanakan membangun Kota Palu lebih baik. Pria kelahiran 6 Mei 1991 (27 tahun) ini menjadi ASN termuda Eselon IV a saat acara pelantikan pejabat eselon II, III, IV lingkup Pemkot Palu, Selasa, 28 Agustus 2018.

Sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Bagian Administrasi Umum  Sekeratriat Daerah Kota Palu yang baru, lulusan IPDN 2013 ini mengaku menjadi ASN adalah pengabdian pada negara. Salah satu wujudnya yaitu memberikan kinerja maksimal membantu Pemerintahan Kota Palu mencapai visi misi pembangunannya.

“Selama menjadi ASN di lingkup pemerintahan Kota Palu, banyak pengalaman yang berarti, dan itu mengantarkan saya seperti sekarang ini. Seorang ASN harus memiliki figur teladan untuk memacu kinerjanya lebih baik dan maksimal. Alhamdulillah, hingga saat ini, sosok Walikota Palu, Hidayat M.Si adalah figur teladan saya, guru saya, dan orang tua bagi saya, mendorong saya untuk bekerja lebih baik hingga seperti sekarang ini,” kata sosok yang akrab dipanggil Sandy ini di ruang kerjanya, Selasa, 28 Agustus 2018.

Menurutnya, Walikota Palu adalah sosok yang profesional dalam bekerja.

“Sebagai Sekretaris Pribadinya, Walikota Palu selalu mengingatkan kepada saya pentingnya tidak menyia-nyiakan umur. Saat ini Walikota Palu memberi peluang bagi anak muda mengambil bagian dalam pemerintahannya, tentunya dengan beragam ujian,” katanya.

“Pak Walikota selalu bilang ke saya, biar umurmu masih muda, biarlah teman-temanmu bermain diluar sana, tapi kamu harus turut andil membangun Kota Palu ini menjadi lebih baik,” katanya.

Kata Sandy, ada penyemangat yang selalu dikatakan Walikota Hidayat kepada dirinya.

“Berbuatlah sesuatu yang baik, walaupun itu kecil. Kalau Walikota Palu buta melihat itu, pasti Tuhan tidak buta untuk membalasnya. Itu kata-kata Walikota Hidayat yang sampai saat ini menjadi penyemangat saya dalam bekerja,” katanya.

Dengan Beliaulah (Walikota Palu), kata Sandy, dirinya belajar tidak terburu-buru dalam bekerja.

“Beliau (Walikota Palu) selalu memberikan arahan ketika saya membawa informasi maupun berkas. Otomatis, Beliau memaksa saya untuk terus belajar. Jangan berhenti belajar,” katanya.

Yang paling penting menurut Magister Administrasi Publik Untad ini, sikap menghormati dan menghargai sebagai ASN paling muda.

“Budaya orang Kaili sangat santun, yang muda menghormati yang paling tua. Yang paling tua mengayomi yang muda. Ini jangan dilupakan. Tradisi tabe harus terus digaungkan demi mewujudkan Palu Sebagai Kota Jasa, Beradat, Berbudaya, dilandasi Iman dan Taqwa,” tegasnya.