Tuesday, 21 August, 2018 - 06:24

Alat Pengolahan Sampah Mubazir

MUBAZIR - Terlihat mesin pengolahan sampah di Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga tidak digunakan lagi, Jumat, 20 Juli 2018. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Tempat pengelolaan sampah di Kelurahan Duyu terkesan mubazir. Pasalnya, sejak diresmikan tiga tahun lalu, tempat tersebut tidak pernah lagi dipergunakan. 

Lurah Duyu, Nurdin F. Adam mengatakan bahwa alat itu ada sebelum dia menjabat sebagai lurah di kelurahan tersebut. Sedangkan, dia miris melihat kondisi 3 unit mesin pengolahan sampah yang berada di RT 02 Rw 02. Tempat tersebut tepat berada di belakang Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Palu.

“Tempat itu diresmikan sebelum saya menjabat sebagai Lurah Duyu sekitar tiga tahun lalu. Diresmikan tapi tidak dimanfaatkan, diberikan dana tetapi hanya dibiarkan begitu saja,” katanya, Jumat 20 Juli 2018.

Dia mengungkapkan, pihaknya sedang memberikan kesempatan pada beberapa warga untuk mengikuti pelatihan pengolahan sampah organik di Kota Palu. padahal program  pemerintah Kota Palu saat ini ialah memerangi sampah, sedangkan  masyarakat seenaknya membuang sampah di sembarang tempat.

“Kami sedang giatnya memberikan kesempatan kepada beberapa warga di Kelurahan Duyu untuk mengikuti pelatihan pengolaan sampah. Karena program dari Pemkot ialah memberantas sampah di Kota Palu,” ungkapnya.

Padahal, anggaran untuk pengadaan sarana dan pembangunan prasarananya terbilang cukup besar, hingga ratusan juta rupiah. Hal ini menjadi sorotan masyarakat setempat. Karena tempat pengelolaan sampah yang seharusnya difungsikan sebagai pengelolaan limbah organik itu hingga sekarang hanya terparkir. 

Lurah Kamonji, Ahlul Fitra juga mengatakan lokasi tempat pembuangan sampah di wilayah Kelurahan Kamonji itu sudah disiapkan di beberapa tempat.

“Kalau wilayah pasar ada empat kontener yang disiapkan, tapi di malam hari dari jam 7 malam sampai jam 10 malam. Karena wilayah pasar itu ada sendiri tempat pembuangan sampahnya,” katanya. 

Menurutnya, para pedagang yang ada di seputaran pasar Inpres Manonda sudah diimbau agar menahan sampahnya dibuang di pagi dan siang hari. Sehingga, sampah yang ada di dalam pasar tersebut menumpuk. 

“Mereka sudah diimbau agar jangan membuang sampah pagi dan siang hari, nanti sore baru bisa dikeluarkan semua sampahnya. Makanya, biasa sampah banyak bertumpuk di jalan Bayam, Jalan Labu dan jalan Kacang Panjang,” ujarnya. 

Dia mengungkapkan untuk para pedagang di pasar Inpres Manonda sudah tidak lagi membuang sampah  di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kelurahan Kamonji. Sedangkan, belum lama ini dia mendapati warga kelurahan lain membuang sampahnya di seputaran Kelurahan Kamonji.

“saya biasa memantau di tempat pembuangan sampah (TPS) di wilayah ini. Malahan, ada saya dapat warga kelurahan lain yang membuang sampah di wilayah kelurahan ini. Sehingga, langsung saya tegur adakan sudah ditaruh papan pemberitahuan di situ bukan wilayah kelurahannya dia buang sampah di sini,” ungkapnya. 

Ke depan pihaknya akan merencanakan dan mensosialisaikan terkait daur ulang sampah organik.     

 

Editor: Udin Salim