Monday, 27 February, 2017 - 10:44

Alih Fungsi Honorer Dikmen Belum Jelas

Kepala BKD Kota Palu, Moh Rifani Pakamundi. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Hingga saat ini belum ada petunjuk teknis (Juknis) dari pusat terkait pengalihan fungsi honorer yang bernaung di SMA dan SMK, apakah tetap bernaung di Pemerintah Kota (Pemkot) Palu atau ke Pemerintah Provinsi.

“Belum bisa mengambil keputusan, apakah tetap akan berada di pemkot atau prosesnya ikut diambil alih oleh Propinsi, mengikuti PNS yang sudah lebih dulu diserahkan. Belum ada petunjuk teknis yang kita terima terkait dengan nasib honorer ini,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Palu Rifani, Rabu, 12 Oktober 2016.

Selain itu, kata Rifani, gaji pegawai honor tersebut juga belum diketahui secara pasti sumber pembiayaannya.

“Apakah bersumber dari APBN dan APBD atau bersumber dari dana lain, seperti komite atau sumbangan. Ini yang belum kita ketahui, bagaimana proses pembiayaan nya, jika tidak masuk dalam pembiayaan APBD artinya sekolah mampu untuk membiayai sendiri tenaga honorer nya," jelasnya.

Kata Rifani, semua nasib honorer yang ada di kabupaten kota masih menggantung. Menurutnya, Pemerintah Kota juga tidak bisa membiayai Honore K2 tersebut, karena proses pembiayaannya sudah beralih ke provinsi.

"Mereka kan bernaung di SMA dan SMK, sementara prosesnya saat ini itu sudah diserahkan ke pihak provinsi," bebernya.

Saat ini, kata Rifani, pihaknya sudah menyerahkan data ke pihak propinsi sebanyak 1.240 PNS.

”Dan data  terbanyak adalah Guru dan tenaga administrasi yakni 1.165 PNS. Kita tunggu saja, bagaimana proses selanjutnya," pungkasnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan