Wednesday, 26 April, 2017 - 23:59

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Alquran Bentuk Karakter Siswa

Abdullah Latopada saat menyampaikan sambutannyapada acara launching gerakan Siswa Madrasah Pecinta Alquran (SIMPATIQ) di Masjid Agung Darussalam Palu, Jumat, 14 April 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar launching gerakan Siswa Madrasah Pecinta Alquran (SIMPATIQ) di Masjid Agung Darussalam Palu, Jumat, 14 April 2017.

Kegiatan yang mengusung tema “Dengan Memperingati HUT Provinsi Sulawesi Tengah ke -53 Kita Semarakkan Gema Tilawatil Quran” ini dilaksanakan dalam rangka syukuran atas berakhirnya tahapan ujian yang dilalui para siswa jenjang MA dan menyongsong UAMBN/USBN jenjang MTs.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Abdullah Latopada mengatakan gerakan ini bertujuan agar siswa-siswi madrasah tidak hanya mampu menghafal dan membaca Alquran, tetapi dalam kesehariannya bisa menjadikan Alquran sebagai nilai gerakan yang ditanamkan oleh guru-guru di sekolahnya masing-masing.

“Siswa harus menjadikan Alquran sebagai pedoman dan karakter dalam kehidupannya. Dengan harapan Alquran dapat mereka bawa hingga tua nanti,” kata Latopada.

Latopada mengatakan gerakan SIMPATIQ adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab Kementerian Agama terhadap masa depan anak didik di Madrasah, baik itu MA,MTsN ataupun MI.

“Bukan hanya penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama, namun juga nilai-nilai Alquran ini ditanamkan pada siswa-siswi madrasah,” ujarnya.

Latopada mengatakan alumni madrasah tidak boleh buta baca Alquran. Bahkan dirinya berharap masa depan siswa madrasah bisa menjadi seorang Insinyur maupun dokter.

“Jadi alumni Madrasah harus tau membaca Alquran dan paham terhadap Alquran, sehingga tidak ada lagi siswa-siswi Madrasah yang tidak tau membaca Alquran,” katanya.

Kata dia, progam gerakan SIMPATIQ ini diharapkan dapat dilaksanakan tiap tahun dan diterapkan kepada siswa sebelum masuk kelas atau lulus dari MA atau MTsN.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Dr. Nasruddin L. Midu mengatakan gerekan SIMPATIQ akan ditindak lanjuti dan diinstruksikan pada seluruh siswa siswi Madrasah di Sulawesi Tengah. Dalam instruksi tersebut, siswa siswi madrasah wajib membaca Alquran 20-30 menit sebelum pelajaran sekolah di mulai.

“Bagi siswa siswi yang terlambat datang, maka diberikan sanksi membaca Alquran, sehingga dapat semakin lancar, dan juga memperbaiki bacaannya,” katanya.

Kata dia, setiap siswa yang datang pada acara hari ini dianjurkan untuk membaca Alquran satu juz satu orang. Maka pembacaan Alquran saat ini telah khatam 100 kali.

“Karena yang hadir diperikirakan mencapai 3000 orang, maka 300 kali penamatan juz Alquran karena bersama-sama mentadaruskan Alquran yang di pandu Qari' dan Qariah,” ungkapnya.

Dalam sambutan Gubernur Sulteng H. Longki Djangolla yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi Dr. Ir. Rusdi Bachtiar menyampaikan pemerintah provinsi Sulteng sangat bangga dan sekaligus menyambut baik gerakan SIMPATIQ.

“Karena menurut saya program ini sangat strategis untuk menghidupkan cinta Alquran di kalangan generasi muda, khususnya siswa-siswi madrasah se-Sulteng melalui tilawatil Quran,” katanya.
 
Rusdi mengatakan melalui kegiatan ini generasi muda akan menuju generasi Qurani, yang mampu menjadikan Alquran sebagai pedoman untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat, maupun sebagi benteng keimanan dan moralitas umat Islam.

“Maka dari itu saya mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang setingi-tingginya kepada Kanwil Kemenag Sulteng yang sudah memperkasai gerakan SIMPATIQ. Semoga SIMPATQ ini sukses memenuhi targetnya, seraya menjadi viral kebaikan yang bisa ditiru dan dikembangkan oleh daerah-daerah lainya,” ujarnya.

Acara ini turut seluruh pejabat serta ASN Kanwil Kemenag Sulteng, para Kepala dan Guru Madrasah Negeri Kota Palu serta ribuan siswa dari MAN, MTsN, MIN di Kota Palu.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.