Friday, 17 August, 2018 - 13:50

Alumni STMIK Adhi Guna Palu Diharapkan Kuasai Bahasa Asing

PROSESI WISUDA - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Hidayat Lamakarate didampingi Ketua STMIK Adhi Guna Palu saat memberikan penghargaan ke salah satu mahasiswai peraih nilai terbaik wisuda tahun 2018, di Hotel Best Westren Plus Coco Palu, Sabtu, 3 Februari 2018. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Adhi Guna Palu Sabtu, 3 Februari 2018, kembali meluluskan 236 wisudawan dari dua program studi, yakni Teknik Informatika dan Sistem Informatika. Acara wisuda ke XVI tahun 2018 ini digelar di Hotel Best Western Plus Coco Palu.

“Para wisudawan tidak perlu takut apalagi canggung atau gagap teknologi, ketika masuk dunia kerja nantinya. Olehnya itu kemampuan para alumni pada bidang Communication Skill dan penguasan bahasa asing terutama Bahasa Inggris sangat penting untuk dikuasai,” kata Ketua STMIK Adhi Guna Mus Aidah.

Kata dia, kemampuan berbahasa harus diikuti dengan keterampilan mengkomunikasikan informasi secara lugas, singkat dan dapat dipahami oleh publik.

“Kemampuan berkomunikasi dan penguasaan bahasa Internasional harus disandingkan juga dengan kemampuan digital literacy, yang merupakan kemampuan dalam menggunakan teknologi digital, alat komunikasi dan pengembangan jaringan. Keahlian ini sangat urgen dan mendesak untuk dikuasai,” katanya.

Mus Adiha mengatakan keahlian disiplin ilmu yang telah para wisudawan tekuni adalah kemampuan berwirausaha atau enterpreneurship skill.

“David Mc Clelland pernah mengatakan bahwa suatu negara dapat dikatakan makmur bila memiliki wirausahawan minimal dua persen dari total penduduk saat ini. Jumlah wirausahawan di Indonesia berkisar 3,1 persen dari total penduduk,” ujarnya.

“Kolerasinya adalah peran perguruan tinggi harus bisa mengubah orientasi mahasiswa untuk tidak ingin lulus sebagai pencari kerja, namun diharapkan menjadi pencipta pekerjaan. Indikator yang mendukung di perguruan tinggi untuk mencetak lulusan yang berkualitas adalah, setiap perguruan tinggi harus memiliki visi dan misi yang jelas guna memayungi proses pembelajaran dengan mengedepankan pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa,” katanya.

Untuk itu, kata Mus Aidah, program studi harus berperan aktif dalam mendidik para mahasiswa dan alumni untuk mempersiapkan generasi muda yang bermental wirausaha, sebagai pencipta lapangan kerja.

“Era Asean Economic Community ini sebuah era yang baru dibentuk untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan Asean. Era itu diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi antara negara Asean,” ujarnya.
 
Mus Aidah mengatakan dampak terciptanya MEA adalah pasar bebas di bidang permodalan, barang dan jasa, diantaranya adalah pendidikan, serta tenaga kerjanya.

“Pendidikan tinggi harus mempersiapkan keahlian tertentu bagi para mahasiswa untuk siap memasuki pasar global, kemampuan memimpin, berkomunikasi, dan membangun kecerdasan sosial,” katanya.

Semua itu, kata Mus Aidah, telah mahasiswa peroleh secara teoritis dan aplikatif dari berbagai sumber, baik dari para dosen dan keaktifan mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan, baik internal maupun eksternal kampus.

“Berbagai leadership training telah aktif kalian ikuti, hal ini tentunya menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri melalui organisasi,” ujarnya.


Editor: M Yusuf Bj