Friday, 28 April, 2017 - 07:01

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Aminuddin-Iqbal Berbeda Soal Dualisme Golkar

Ketua DPD Partai Golongan Karya(Golkar) Sulteng, Aminuddin Ponulele. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com – Ketua DPD Partai Golongan Karya(Golkar) Sulteng Aminuddin Ponulele, tidak ingin mempermasalahkan konflik yang terjadi di DPP Partai Golkar saat ini, perseturuan antara Kubu Aburizal Bakri dan Agung Laksono.

Menurut Aminuddin Ponulele, konflik yang terjadi di DPP Golkar tidak ada dampaknya dengan pilkada di Sulteng.

“Konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Tidak ada dampaknya dengan pemilukada,” tegas Ketua DPD Partai berlambang pohon beringin itu, Senin (2/2).

Ketua DPRD Sulteng ini menegaskan, sekarang tidak perlu mengacu pada keputusan atau rekomendasi pusat dalam mengusung bakal calon kepala daerah.

“Sekarang pusat melimpahkan kewenangan kepada pimpinan DPD untuk menentukan siapa bakal calon kepala daerah yang diusung, akan tetapi keputusan ini bisah saja berubah jika ada lagi keputusan dari DPP,namun jika belum ada kita tetap melakukan ketentuan sesuai dengan prosedur dan peraturan partai,” kata mantan Rektor Untad ini.

Namun, tanggapan berbeda datang dari Wakil Sekretaris DPD Golkar Sulteng, Iqbal Andi Magga. Dia mengatakan salah satu poin yang di rundingkan dalam kubu ancol dan kubu Bali adalah pilkada. Sebagian menginginkan penetapan kepala daerah ditangani oleh daerah, ada juga yang menginginkan diserahkan kepada pusat. Dualisme kepemimpinan Golkar yang terjadi saat ini, kata Iqbal justru mempengaruhi persiapan Partai Golkar di daerah sambut pilkada.

“Golkar Palu belum memiliki Petunjuk Pelaksanaan (juklak) untuk pemilihan Walikota Palu. Dualisme yang terjadi sangat mempengaruhi, karena diktum tertinggi dari surat keputusan adalah dari munas. Jadi kalau belum ada pengesahaan dari pemerintah kita belum bisa menjadikan dasar diktum. Semuanya masih menunggu,” jelasnya saat ditemui di Gedung DPRD Palu.

Ditanya siapa kemungkinan bakal calon yang akan diusung di pemilihan Walikota Palu 2015, Aminuddin berkomentar tertutup.  

“Saya belum menentukan siapa yang akan diusung oleh Partai Golkar, kita mengikuti prosedur serta ketentuan partai karena partai golkar tidak mengusung kandidat balon kepala daerah yang tidak mempunyai pengalaman dan kemampuan namun yang paling utama dipilih oleh rakyat karena rakyatlah yang menentukan jadi atau tidaknya kandidat tersebut,”terangnya.

“Yang pasti Partai Golkar dan saya sudah memeiliki kandidat yang mampu membawa partai golkar menjadi pemenang pemilukada kota palu,”Tangkasnya.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.