Friday, 15 December, 2017 - 22:02

Aminuddin Ponulele Terancam Mosi Tidak Percaya

ILUSTRASI - Mayoritas anggota dewan mendesak Aminuddin Ponulele segera melanjutkan sidang paripurna pemilihan AKD karena saat ini status anggota dewan demisioner sejak 28 April 2017. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Suasana DPRD Sulawesi Tengah seketika menjadi gaduh sesaat setelah Ketua DPRD Aminuddin Ponulele menunda sidang paripurna pendistribusian anggota fraksi ke Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sekaligus pemilihan pimpinan AKD Rabu, 3 Mei 2017.

Pasalnya, penundaan sidang tanpa batas waktu yang ditentukan berlangsung begitu cepat dan tidak memberikan ruang kepada anggota dewan untuk berbicara, hanya dengan alasan salah satu fraksi menarik perubahan komposisi anggota di AKD.

“Karena salah satu fraksi menarik perubahan komposisinya di AKD maka sidang tidak dapat dilanjutkan dan diskorsing sampat batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Aminuddin saat memimpin sidang paripurna.

Sidang yang berlangsung kurang dari lima menit itu dan tidak memberi ruang kepada anggota dewan untuk menyampaikan pendapatnya, membuat mayoritas anggota dewan kecewa. Padahal sesuai jadwal dari Badan Musyawarah (Bamus) Rabu kemarin harusnya dilaksanakan pemilihan AKD.

Lebih dari separuh anggota dewan langsung melakukan pertemuan guna membahas langkah yang akan ditempuh. Sebab, sikap ketua DPRD menunda sidang secara sepihak dinilai sangat merugikan, karena keputusan itu membuat anggota dewan saat ini demisioner.

Usai melaksanakan pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua II, Akram, disepakati mendesak Ketua DPRD segera membuka kembali sidang paripurna selambat-lambatnya Kamis 4 Mei hari ini, dibuktikan dengan lebih dari setengah jumlah anggota dewan menandatanganinya.

Selain mendesak melanjutkan kembali sidang paripurna, upaya mosi tidak percaya kepada Aminuddin Ponulele mulai mengemuka meskipun sebagian anggota dewan masih memberikan kesempatan hingga Kamis hari ini kepada Aminuddin untuk mengambil sikap.

Sesuai info yang berkembang di DPRD Sulawesi Tengah, tingginya tensi politik bermula dari fraksi Gerindra menarik perubahan komposisi di AKD karena untuk mengamankan posisi ketua komisi IV yang hampir pasti lepas dari genggaman Zalzulmida Djanggola.

Situasi ini kemudian dimanfaatkan Golkar untuk mengacaukan keadaan karena salah satu kader seniornya yakni Yus Mangun juga terancam lepas dari posisi ketua Komisi II. Pasalnya jelang pemilihan AKD komposisi dukungan untuk melengserkan Zalzulmida Djanggola dan Yus Mangun sudah tidak terbendung lagi, bahkan khusus Komisi II suara Yus Mangun tersisa tiga orang.

Menurut Ketua Fraksi Demokrat, Zulfakar Nasir dengan tidak terbentuknya AKD maka DPRD tidak bisa melakukan kegiatan, sementara dalam waktu dekat sejumlah agenda sudah menunggu untuk segera diselesaikan.

Bahkan komisi I yang sedianya sudah berangkat ke Luwuk untuk sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) harus tertunda, karena sekarang DPRD Sulawesi Tengah tidak memiliki komisi sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Dirinya berharap persoalan ini cepat selesai dan Ketua DPRD segera melanjutkan kembali sidang paripurna pemilihan AKD supaya anggota dewan dapat menjalankan tugas dan fungsihnya.

Hal berbeda dikemukakan Wakil Ketua III, Muharram Nurdin. Menurutnya kalau batas akhir pemilihan AKD sebagaimana ditetapkan Bamus tidak juga terlaksana, maka Bamus dapat menggelar pertemuan kembali guna menyusun jadwal baru.

Muharram juga mengakui tidak bisa mengambil alih sidang paripurna karena saat skorsing sidang, palu sidang tidak diserahkan kepada wakil ketua, artinya hanya Ketua DPRD yang berhak membuka dan melanjutkan kembali sidang paripurna.

Karena jadwal yang ditetapkan Bamus masih menyisahkan satu hari guna memilih pimpinan AKD, mayoritas anggota dewan memberikan kesempatan kepada Aminuddin Ponulele hingga Kamis hari ini. Apabila sidang paripurna belum juga dibuka oleh mantan Gubernur itu tidak menutup kemungkinan pimpinan sidang paripurna diambil alih oleh wakil ketua, dengan alasan demi keberlanjutkan kerja-kerja anggota dewan.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.