Monday, 23 July, 2018 - 23:51

Aminuddin, Wakil Sulteng ke Lomba P2KBL Tingkat Nasional

FOTO BERSAMA - Kepala SMAN 1 Palu Zulfikar Is Paudi bersama Aminuddin dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Budiono, saat foto bersama di sekolahnya, Kamis, 22 Februari 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Perkenalkan Program Perlunya Bersepeda ke Sekolah

Siswa SMA Negeri 1 Palu Aminuddin Kelas X (16 tahun) tahun ini akan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah, untuk memaparkan program yang dapat mengurangi angka kecelakaan dalam berlalu lintas, program tersebut akan disampaikan pada kegiatan penambahan kapasitas untuk pelajar pelopor tingkat nasional, yang dilaksanakan di Bogor pada 26 Februari- 2 Maret 2018.

AWALNYA Aminuddin mengikuti lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas (P2KBL) di tingkat Provinsi, tak disangka para siswa lainnya di Sulteng gugur tinggal tersisa dirinya seorang. Dari 65 perserta hanya 35 siswa yang lolos, salah satunya adalah Aminuddin siswa SMAN 1 Palu yang akan mewakili Sulteng untuk berlaga di tingkat Nasional.  

“Lomba pelajar pelopor di tingkat daerah kami para peserta diminta untuk berinovasi. Namun untuk kali ini di tingkat nasional kami diharuskan membuat program, yang dapat mengurangi angka kecelakaan dalam berlalu lintas,” kata Aminuddin di sekolahnya, Kamis, 22 Februari 2018.

Aminuddin mengaku telah melakukan persiapan mengingat tak lama lagi akan mengikuti kegiatan di Bogor.

“Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, saya masih akan memaparkan program saya untuk disempurnakan bersama-sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng, setelah itu kami sementara menunggu surat dari pemerintah dalam hal mendukung penuh program yang saya ajukan nantinya di tingkat nasional,” jelasnya.

Kata Aminuddin, program yang akan dipresentasekannya di tingkat nasional adalah, tentang bagaimana mengubah pola fikir masyarakat untuk kembali menggunakan sepeda utamanya bagi para pelajar.

“Inti dari program tersebut mengubah mainset pelajar agar tidak lagi mengunakan sepeda motor ke sekolah, cukup menggunakan sepeda. Saya berharap program tersebut bisa disetujui oleh Dinas Perhubungan pusat, agar para pelajar kedepannya tidak menggunakan motor lagi, tetapi menggunakan sepeda ke sekolah,” tuturnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Palu, Zulfikar Is Paudi mengungkapkan prestasi siswa ini suatu kesyukuran bagi dirinya dan sekolah, karena siswanya sangat peduli dengan pihak pemerintah khususnya Dinas Perhubungan.

“Siswa kami juga melihat Kota Palu itu makin maju dan berkembang, sehingga volume kendaraan itu semakin lama semakin bertambah, dikhawatirkan bertambahnya kendaraan ini tidak diimbangi dengan kapasitas jalan kita, olehnya siswa kami melihat ada satu jalan alternatif yang mungkin masih bisa dikembangkan atau sebuah nolstagia dengan mengunakan sepeda,” katanya.

Menurutnya Zulfikar, ide para siswa ini cukup baik terutama kepada pelajar yang tempat tinggalnya dekat dengan sekolah. Karena bersepeda itu sangat sehat, namun persoalanya itu zaman saat ini masyarakat menilai sepeda itu kedaraan kuno, padahal banyak nilai positif yang bisa diambil dengan bersepeda, pertama hemat dari BBM, kedua siswa itu didik untuk tidak bersikap boros dalam hidup ini adalah bagian dari pembinaan karakter, ketiga bisa terhindar dari polusi, keempat olahraga siswa bisa sehat.

Zulfikar mengaku setuju dengan program yang diajukan oleh siswanya, karena siswanya ini sangat optimis dan semangat dalam mengajukan program tersebut.

“Semoga program yang di sampaikannya di tingkat pusat mendapat respon, sehingga lebih membangakan lagi,” katanya.              


Editor: Udin Salim