Wednesday, 19 September, 2018 - 11:40

Anak 13 Tahun Tewas Diamuk Massa, Polisi Janji Usut Pelaku Penganiayaan

TINGGAL KENANGAN - AL (13), adalah salah satu anak yang aktif olahraga sepak bola. Dia tercatat di Sekolah Sepak Bola Birobuli Utara. Tampak AL bersama rekan setimnya. (Foto: Facebook)

Palu, Metrosulawesi.com – Ini tidak patut dicontoh. Kasus main hakim sendiri sampai menewaskan seorang korban yang masih di bawah umur. Kasus ini yang viral di Facebook, tentu membuat warga miris.

Kasus main hakim sendiri oleh sekelompok massa itu berawal ketika dua anak GR (13) dan AL (13), diduga mencuri di sebuah rumah di kompleks salah satu Perumahan di Kelurahan Petobo. Keduanya diamuk massa di Jalan Nambo, Kelurahan Petobo.

Kedua terduga yang masih berstatus pelajar SMP di kota Palu itu, menjadi sasaran kemarahan warga, yang mengakibatkan keduanya tidak berkutik hingga salah satu dari anak yang masih perlu bimbingan dari orang tua tersebut, menghembuskan nafas terakhir, di RS Bhayangkara Palu, sekitar pukul 06.00 wita, Kamis 22 Februari 2018.

“Iya, salah satu terduga pelaku pencurian yang sempat diamuk warga itu, yang berinisial AL (13), walau sempat mendapatkan perawatan dari pihak dokter di RS Bhayangkara, korban meninggal dunia, akibat luka pada bagian kepala, yang diakibatkan akibat benturan benda tumpul,” ungkap Kapolres Palu AKBP Mujianto Sik, kepada awak media di Mapolsek Palu Timur, Kamis 22 Februari 2018.

AKBP Mujianto, menyatakan bahwa dengan kasus pencurian yang dilakukan oleh anak di bawah umur, yang terjadi di jalan Nambo Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan. Diketahui di wilayah tersebut sudah sering terjadi pencurian, sehingga hal tersebutlah yang memicu amukan massa kepada kedua terduga pelaku.

“Walau seperti itu, kami dari pihak kepolisian tidak membenarkan adanya main hakim sendiri. Apa lagi yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang. Saya memerintahkan Polsek Palu Selatan untuk melakukan pengumpulan bukti-bukti di lapangan terkait dengan kasus main hakim sendiri, yang mengakibatkan satu pelaku meninggal dunia di RS Bhayangkara Palu,” jelasnya.

Mujianto, menegaskan akan melakukan proses hukum kepada pelaku inisial GR, karena informasi sebelumnya GR adalah seorang residivis kasus yang sama. Saat itu GR diamankan di Polres Palu, namun dikarenakan masih di bawah umur maka kami pulangkan.

“GR lakukan pencurian lagi dengan kasus yang sama. Saat ini kami masih melakukan penanganan medis kepada pelaku GR, karena pelaku ini juga mengalami luka pada bagian kepala dan masih dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara Palu, kalau sudah sehat kami tentunya akan proses hukum,” tegasnya.

Kapolres Palu, AKBP Mujianto Sik mengimbau kepada masyarakat agar dapat membantu peran kepolisian dan tidak main hakim sendiri terhadap pelaku. Dengan melihat kedua pelaku yang masih di bawah umur, dirinya juga meminta agar peran aktif dari orang tua dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak bergaul secara bebas, karena tidak menutup kemungkinan bahwa apa yang dilakukan pelaku untuk dibelikan narkoba.

“Saya mengimbau kepada masyarakat jangan melakukan main hakim sendiri apabila menangkap pelaku yang berkaitan dengan tindak pidana, sebaiknya langsung menghubungi kepolisian untuk kita lakukan proses hukum. Dan yang paling utama adalah kepedulian orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya,” imbau mantan Kapolres Buol itu.             


Editor: Udin Salim