Saturday, 22 September, 2018 - 05:53

Anak Desa Mertajati Menembus APB

Mahfud Pangando. (Foto : Erniyanti)

MAHFUD PANGANDO, pemuda asal desa Mertajati, kecamatan Sausu, kabupaten Parigi Moutong (Parimo) ini merupakan cerminan pemuda yang tidak pernah berputus-asa dalam mengejar cita-cita.
    
Setelah lulus SMA, Mahfud memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Universitas Tadulako Palu. Namun takdir berkata lain, ayah meninggal pada saat itu. Kondisi itu memaksanya menjadi tulang punggung keluarga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.
    
Akhirnya, beasiswa yang diperoleh pun terlewatkan begitu saja karena dirinya harus membuka usaha warung makan. Beberapa tahun membuka usaha warung makan, keinginannya untuk mengenyam pendidikan kembali bergelora.
    
Gayung bersambut, pada tahun 2012 Mahfud mendapat tawaran melanjutkan kuliah di Akademi Perikanan Bitung (APB) yang biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah.
    
Dengan bermodalkan keberanian dan semangat, Mahfud pun memutuskan meninggalkan ibunya yang sudah renta yang mau tidak mau harus bekerja seorang diri untuk menghidupi keluarga.
    `
Di APB, Mahfud mendapat pembiayaan dari pemerintah setiap dua kali semester sebesar Rp 2juta. Prestasinya yang luar biasa pun membuat rezeki kerap menghampirinya. Selama dua kali Mahfud dengan IPK 3.37 dan 3.33 diberi apresiasi dan diberi uang tunai senilai Rp 2juta.
    
IPK tersebut bisa terbilang tinggi di APB, mengingat di akademi ini tidaklah mudah karena setiap orangnya diharuskan 'kebal'. Mahfud mengatakan, bahwa dirinya di APB dididik bak tentara.
    
Ia mengenang saat awal-awal pendidikan, dari 150 peserta, sebanyak 25 orang pada saat itu kabur. Namun, Mahfud tetap tegar menghadapi situasi ini dan bertekad harus dapat meraih cita-cita demi ibunya. Meskipun terkadang ia dihinggapi rasa putus asa dan berpikiran untuk tidak melanjutkan pendidikan di APB.
    
Pemuda kelahiran Sausu Peore, 8 November 1991 silam yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara ini selalu yakin bahwa  keberanian dan kebenaran bila ditegakkan dalam kondisi sesulit apapun suatu saat akan terbuka peluang besar.

Mahfud berencana menyelesaikan studinya pada bulan Agustus 2015 mendatang. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti yang dalam waktu dekat akan berkunjung ke kampusnya.


Editor : Subandi Arya

Tags: