Saturday, 25 November, 2017 - 11:29

Anak Muda Diharap Minati Seni Tradisional

Unisa Palu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Sanggar Seni Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat Palu, Gimba, tampil memukau penonton saat ikut meramaikan milad Ke-IV Sanggar Seni Lauro (SSL) di lapangan Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Sanggar seni Fakultas Sastra Unisa Palu ini tampil dua malam berturut-turut, Jumat-Sabtu 10-11 November 2017 malam.
Dalam penampilanya, seniman Fakultas Sastra Unisa Palu, membawakan puisi yang bertemakan pahlawan.

“Selain ini momentum hari Pahlawan, juga kita memang ingin mengangkat perjuangan para pahlawan lokal yang ada di daerah ini, sehingga puisi-puisi yang kami angkat itu bertemakan perjuangan para pahlawan yang ada di daerah ini,” tutur Pembina Sanggar Seni Fakultas Sastra Unisa Palu, Mas’amah Amin Syam.

Di malam terakhir puncak acara milad Ke-IV SSL itu, Mas’amah menyempatkan diri ikut tampil membacakan puisi. Lapangan tempat acara milad SSL terasa bergetar saat Sastrawan Sulawesi Tengah ini berkolaborasi dengan dua anak binaanya menghentak hadirin dengan musikalisasi puisinya.

Mas'amah yang juga Wakil Dekan III Fakultas Sastra Unisa Palu itu berhasil menghipnotis pengunjung dengan suara khasnya diiringi tiupan musik tradisional lalove, ditambah dengan dekorasi khas daerah Sulawesi Tengah menambah kesakralan suasa itu.

Mas’amah berharap, dengan adanya pentas seperti itu, minat anak muda pada kesenian dan sekaligus pelestarian kesenian tradisional semakin meningkat, mengingat  Budaya dan kesenian tradisional adalah suatu warisan dari leluhur atau nenek moyang kita yang tidak ternilai harganya. Yang saat ini tengah menghadapi arus globalisasi yang terus menguras nilai-nilai budaya dan kesenian tradisional itu.

“Harapan kita hanyalah anak-anak muda ini, agar mereka itu bisa melestarikan nilai-nilai tradisional itu, jika mereka juga sudah tidak berminat, siapa lagi yang bisa menjaga warisan leluhur kita itu,” tandasnya. (del/mic)

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.