Saturday, 25 November, 2017 - 11:45

Anak Petani Singkong Tembus Pelatnas Sepeda

Mohammad Yasin. (Foto : Ist)

Mohamad Yasin

TEKAD kuat disertai ketekunan berlatih, meski dengan peralatan sederhana dan seadanya, yang dilakukan Mohammad Yasin selama ini, berhasil mengantar dirinya masuk ke Pelatihan Nasional (Pelatnas) atlet sepeda, dan juga masuk di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), utusan Ikatan Sepeda Sport Indonesia Sulteng.

Yasin yang merupakan siswa SMK Negeri 3 Palu Jurusan Otomotif, putra pasangan Mohamad Rohim dan Musyawaroh adalah juara umum lomba sepeda kelas BMX Sulawesi Tengah.

Bapaknya adalah petani singkong, dan ibunya membantu usaha lainnya dengan menjaga toko meubel.

Masuknya Yasin di Pelatnas Sepeda PPLP Velodroum Sawo Jajar Kota Malang, setelah dia berhasil lolos dalam babak kualifikasi PON XIX 2016 di Jawa Barat belum lama ini.

Selain sebagai atlet sepeda BMX, Yasin juga merangkap sebagai atlet kelas downhill yang akan mewakili Sulawesi Tengah pada iven olahraga nasional PON 2016 nanti.

Kemampuan Yasin pada bidang olahraga yang memacu adrenalin ini, selain berkat dorongan ISSI Kota Palu dan ISSI Sulawesi Tengah, juga berkat dorongan kuat dari orangtanya, M Rohim, hingga dia mampu menembus babak kualifikasi pra PON di Jawa Barat.

Meski selama ini, Yasin hanya berlatih dengan sarana-prasarana yang jauh dari kata memadai, jika dibandingkan dengan peralatan yang dimiliki para atlet dari daerah lain, yang lebih lengkap dan modern.

Namun berkat semangat disertai tekad yang kuat untuk berprestasi di olahraga ini, akhirnya mampu mengantarkan dirinya menembus iven paling bergengsi di Negara ini, Pekan Olahraga Nasional.

Saat menuju babak pra kualifikasi PON di Jawa Barat, yang diselenggarakan mulai 2–8 September 2015, Yasin berangkat berempat dengan atlet sepeda yang keseluruhannya dari Kota Palu, untuk mewakili Sulawesi Tengah, dan setelah melalui berbagai pertandingan hanya Yasin yang berhasil menyelesaikan tiap  tahap dengan baik, sehingga hanya dia pula berhasil melenggang menuju Pelatnas PON 2016.

“Ini bukti bahwa anak daerah, asal Sulawesi Tengah sebenarnya memiliki potensi besar untuk berprestasi di tingkat nasional. Tentunya semua ini tak lepas dari dukungan dan dorongan dari banyak pihak, mulai ISSI, KONI Sulteng serta pemerintah daerah baik Kota maupun provinsi, dan tentunya juga dari SMK Negeri 3 Palu,” kata Rohim.

Rohim berpendapat, sebenarnya daerah ini memiliki potensi melimpah untuk cabang olahraga sepeda diberbagai kelas, baik alam maupun atlet. Sebab, Sulawesi Tengah memiliki kondisi geografis yang alami, dan tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk membuat trak lintasan.

Bahkan, pada iven-iven lokal Palu, antusias anak-anak muda di cabang olahraga sepeda sangat besar.

Hanya saja, butuh kepedulian dari semua pihak, khususnya pemerintah daerah untuk mengembangkan olahraga ini.

“Itupun lagi-lagi tetap membutuhkan peralatan dan fasilitas perlengkapan safety,” katanya.

Daerah ini, juga memiliki banyak bibit atlet sepada muda yang mulai muncul, dan berpotensi untuk mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional, salah satunya adalah Yasin, yang dari segi umur sebenarnya sudah sangat terlambat. Sebab, dia baru tampil setelah duduk di bangku kelas 2 SLTA. Padahal, idealnya pembinaan atlet dilakukan sejak usia sekolah dasar.

“Semoga keberhasilan Yasin menembus di Pelatnas PON jadi awal baik untuk terus mengembangkan olahraga sepeda ini. Dan sekali lagi ini semua berkat dukungan ISSI Palu dan Sulteng, KONI Palu dan Sulteng serta pemerintah daerah,” tutupnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.