Sunday, 22 October, 2017 - 12:24

Anggota DPRD Sulteng Desak Kapolda Usut Pelaku Perusakan Kantor Redaksi Sulteng 1

Anggota DPRD Sulteng, Theo Masykur. (Foto : facebook.com)

Palu, Metrosulawesi.com - Aksi Perusakan kantor redaksi koran Sulteng 1 yang terjadi pada Sabtu (01/11/2014) dini hari menjadi pertanda ancaman bagi kebebasan pers.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulteng, Moh. Masykur mengatakan aksi ini sudah tentu dilakukan tidak secara spontan. Ia mensinyalir pengurasakan ini erat kaitannya dengan pemberitaan yang dimuat oleh Sulteng 1.

"Saya kira penting Kapolda Sulteng sesegera mungkin memerintahkan jajarannya untuk menuntaskan kasus ini. Sebab aksi premanisme seperti ini menjadi ancaman, tidak hanya bagi kebebasan pers tapi juga masa depan demokrasi," kata anggota DPRD yang akrab disapa Theo itu, Sabtu (01/11/2014).

Ia menambahkan, dugaan pengrusakan itu erat kaitannya degan apa yang diberitakan oleh media sulteng 1 prihal perdagangan perempuan dalam bisnis seks. Menurutnya, hal itu lebih tidak beradab. Sehingga benang merah dalam kasus tersebut  sangat kental terlihat.

Theo menghimbau agar Kapolda Sulteng untuk tidak menyepelekan dua kasus ini.

"Pelaku pengerusakan dan Sindikat perdagangan perempuan harus diungkap. Sebab kasus ini tidak ubahnya bentuk Perdagangan manusia atau  Human Trafficking yg merupakan sebuah bentuk kejahatan  perbudakan masa kini dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia" tegasnya.

Seperti diketahui, kantor redaksi media mingguan di Kota Palu Sulteng 1, di komplek perumaan Metro Palu Regency, Sabtu (1/11/2014), sekitar pukul  02.30 WITA dinihari dirusak oleh sekelompok orang. Akibatnya, kaca depan kantor media mingguan ini pecah. Aksi perusakan ini diduga erat kaitannya dengan pemberitaan media tersebut.
 

 


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.