Monday, 23 July, 2018 - 06:28

Ansyar: Peringatan Hari Besar Keagamaan Wajib Dilaksanakan Tiap Sekolah

Sejumlah siswa-siswi saat mengikuti perayaan Hari Raya Nyepi di Aula SMPN 14 Palu, Jumat, 5 April 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Sejumlah siswa SMP di Kota Palu yang beragama Hindu memperingati Hari Raya Nyepi tahun saka 1940 di SMP Negeri 14 Palu, Jumat, 6 April 2018.

“Kita ingin dorong nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, nilai kekeluargaan,nilai toleransi, nilai gotongroyong dalam kehidupan masyarakat. Maka alhamdulillah kita patut bersyukur bahwa kegiatan ini adalah hasil gotongroyong para peserta didik, saya sangat berbangga,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu H Ansyar Sutiadi.

Karena kegiatan tersebut pertama kali dilaksanakan, Ansyar meminta tahun depan hukumnya wajib melaksanakan perayaan hari besar keagamaan.

“Tinggal digilir saja sekolah SMP di Kota Palu misalnya tahun depan di SMPN 1 Palu serta SMP Al Azhar, kemudian dilanjutkan di sekolah lain, jangan hanya di SMPN 14 Palu terus kegiatan seperti ini dilaksanakan,” katanya.

“Kami saat ini mendorong kecintaan budaya dalam lingkup generasi, kekeluargaan dan gotongroyong. Jadi bukan hanya agama Hindu saja menyelengarakan kegiatan ini, namun agama lain juga. Beberapa waktu lalu saya juga sudah menyampaikan untuk menggelar perayaan Natal saya yang melibatkan peserta didik,” ujarnya.
 
Ansyar mengatakan pihaknya akan mendukung kegiatan yang melibatkan siswa. Olehnya itu, kata dia.

“Kegiatan seperti ini adalah implementasi dari visi misi Pemerintah Kota Palu, karena disini ada penanaman nilai-nilai budaya bangsa. Ini juga bagian dari pendidikan karakter,” katanya.

Kata Ansyar, pemerintah Kota Palu menginginkan semua masyarakat memiliki iman dan taqwa yang berkualitas sesuai dengan agamanya masing-masing.

“Jika di dalam Agama Islam bukan hanya melepaskan kewajiban, tetapi ada nilai didalamnya serta tata cara syariat yang harus kita laksanakan dengan baik. Sehingga ketika kita menghadap kepada Allah SWT, harus betul-betul kita dan berkualitas,” ujarnya.

Kata dia, nilai-nilai agama harus ditanamkan secara berkualitas. Menurutnya, semua agama mengajarkan kebaikan dan perdamaian, agama dan budaya yang menjaga keutuhan NKRI.

“Maka mulai dari 2017, Pemerintah kota Palu mendorong tambahan jam pembelajaran agama di sekolah, yakni pendidikan agama Islam, Nasrani, Hindu, dan Budha. Tujuanya menambah jam pelajaran agama. Karena kami sadar, jam pelajaran agama yang ada di sekolah formal di jenjang SD/SMP itu dua jam perminggu, maka Pemkot Palu menambahnya,” jelasnya.

Selain itu, kata Ansyar, pada jenjang SD, peserta didik yang beragama Islam minimal bisa baca tulis Alqur’an. Namun pada SMP, peserta didik akan dibina kembali dalam program bakat dan prestasi.

Sementara Kepala SMPN 14 Palu Harlina mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun pendidikan karakter khususnya, pembangunan iman dan taqwa peserta didik.

“Karena pada kegiatan ini sikap saling menghargai antara sesama umat beragama dan kegotongroyongan dapat terwujud,” katanya.

“Terlihat kerbersamaan para siswa saat menggelar kegiatan ini. Ketika mendesain tempat kegiatan mereka dengan siswa agama lainnya saling bergotoroyong. Pendidikan karakter tampak di wajah para siswa, meskipun beragam agama, tetapi tetap satu,” katanya.


Editor: M Yusuf Bj