Saturday, 18 November, 2017 - 01:30

Antre Haji Sulteng Terpangkas Enam Tahun

ILUSTRASI - Jamaah Haji. (Grafis : Metrosulawesi)

Jamaah Haji Sulteng 2017 Lebih dari Setengah Perempuan

Palu, Metrosulawesi.com - Penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu berdampak baik terhadap antrean haji di Indonesia. Di Sulteng akibat penambahan itu, bisa memangkas waktu tunggu hingga enam tahun.

Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Kemenag Sulteng, Arifin, akibat dari adanya penambahan sebanyak 10 ribu secara nasional, Provinsi Sulteng mendapatkan tambahan kuota haji  sebanyak 258.

“Awalnya kami mengecek daftar tunggu sekitar 20 tahun, tapi setelah adanya ketambahan kuota yang diberikan ke Indonesia, sehingga daftar tunggu hanya 14 tahun, berarti waktu tunggu untuk berangkat haji terpangkas sekitar enam tahun,” katanya kepada Metrosulawesi, Jumat 10 Maret 2017.

Saat ini kata Arifin, pihaknya sedang mensortir bukti storan awal jamaah haji.

“Kami masih mendata, apakah ada jamaah haji yang belum selesai melunasi pembayaran, karena ini menyangkut data jamaah haji. Tidak menutup kemungkinan ada jamaah haji yang menunda keberangkatan dengan tidak melunasi pembayaran pemberangkatan haji,” sambungnya.

Pembatalan keberangkatan jamaah haji bisa dilakukan dengan cara tidak melunasi pembayaran keberangkatan haji. Jika ini terjadi, maka keberangkatan haji yang bersangkutan dipindahkan ke tahun berikutnya, sehingga pendataan kembali dilakukan oleh Kementerian Agama Sulteng.

Arifin mengatakan, kuota haji 2017 untuk kota Palu dan kabupaten di Sulteng, yakni: Kota Palu 766, Poso 81, Donggala 155, Tolitoli 236, Banggai 191, Buol 32, Morowali 109, Bangkep 81, Parimo 139, Touna 39, Sigi 154 dan Tim Pemandu Haji Daerah sebanyak 17 orang.

Secara keseluruhan kuota haji Sulteng tahun ini sebanyak 2.000 orang. Estimasi kuota awal adalah 1.742 kuota jamaah haji,  ketambahan 258 yang bersumber dari jatah tambahan melalui kebijakan oleh pemerintah Arab Saudi.

Berdasarkan data yang diperoleh Metrosulawesi, jamaah haji Sulteng tahun ini didominasi kaum perempuan. Lebih dari setengah adalah kaum hawa. Dari 2.000 kuota yang ada, calon jamaah haji perempuan berjumlah 1.289, sisanya 694 adalah kaum Adam.

Arifin mengungkapkan pemberangkatan haji untuk kuota nasional dibagi menjadi dua kloter, ”Untuk kloter pertama pemberangkatan calon jamaah haji dilakukan pada 28 Juli 2017 ke Madinah. Sementara untuk pemberangkatan kloter kedua calon jamaah haji pada tanggal 12 Agustus 2017 langsung ke Jeddah,” katanya.

“Sementara jadwal jamaah haji kembali ke Indonesia pada kloter pertama tanggal 20 September 2017 dari Jedah.  Untuk kloter kedua pemberangkatan jamaah haji pada 21 September 2017 dari Madinah,” sambungnya.

Pembagian kloter jamaah haji Sulteng masih menunggu kepastian dari embarkasi Balikpapan. Namun Arifin juga menjelaskan bahwa untuk kloter Sulteng terbagi enam tahapan pemberangkatan.

“Tahapan pemberangkatan di setiap hari dibagi 350, sehingga kalau melihat jumlah kuota jamaah haji yang berjumlah 2.000, kemungkinan ada enam kali tahapan pemberangkatan. Hanya apakah masuk dalam kloter pertama nasional atau yang kedua, kita masih menunggu kepastian dari embarkasi Balikpapan,” katanya.

Kemenag Sulteng melaksanakan program Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh di tingkat provinsi, dibentuknya Dirjen PHU dimaksud untuk membahas penyelenggaraan layanan, konsumsi, transportasi, kesehatan  dan akomodasi terkait kekurangan tahun sebelumnya.

Sehingga untuk penyelenggaraan haji pada 2017 bisa terlaksana secara maksimal dengan mempelajari kekurangan di tahun sebelumnya.)


Editor : Udin Salim

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.