Friday, 20 April, 2018 - 22:50

Aparat Desa Sebut Debit Air Sungai Paneki Kian Menyusut

SUNGAI PANEKI - Debit aliran sungai paneki kini memperihatinkan. (Foto: Ist)

Sigi, Metrosulawesi.com - Kondisi aliran sungai Paneki yang berada di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, saat ini memprihatinkan. Sungai Paneki dipastikan tidak lagi seperti sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Metrosulawesi, Selasa, 4 April 2018, air yang mengalir di Sungai Paneki yang dimanfaatkan warga di empat desa yakni, Pombewe, Loru, Mpanau dan Lolu itu, dipandang perlu menjadi perhatian bersama.

Pengaruh debit air semakin menyusut dikarenakan faktor pembangunan rumah warga secara liar di bibir sungai sehingga perlu ditertibkan. Kemudian pembuangan hasil pemotongan kayu pun dinilai menghambat aliran sungai. Belum lagi, faktor pembutan arang kayu di hulu sungai mengancam aliran sungai paneki menjadi sungai mati nantinya.

Salah satu Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pombewe, Amrizal, kepada wartawan, mengakui kondisi sungai paneki tersebut memprihatinkan.

Kata dia, namun pihaknya bersama Pemdes Pombewe telah mengimbau warga bermukim di sekitar Sungai Paneki, untuk menjaga sungai dan memperingati karena dampaknya merusak Sungai Paneki sendiri.

“Olehnya ini sebenarnya yang perlu dipahami adalah kesadaran masyarakat di sini sendiri,” ungkapnya yang ditemui di Desa Pombewe, Rabu, 4 April 2018.

Amrizal menambahkan, aliran Sungai Paneki mengalir empat desa ini, perlu diketahui tidak sekadar dimanfaatkan untuk lahan pertanian dan perkebunan saja. Akan tetapi, juga dikonsumsi sebagai air bersih sebagai kebutuhan warga sehari-hari.

Dia menjelaskan, melalui kesempatan ini ia meminta Pemprov Sulteng dengan Pemkab Sigi, untuk segera melakukan penegasan dan penegakan di wilayah Sungai Paneki.

“Karena jika tidak diperhatikan segera, maka beberapa tahun ke depan Sungai Paneki hanya akan tinggal menjadi cerita bagi generasi nantinya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Pombewe, Fifian, mengatakan kondisi Sungai Paneki seperti ini sudah berlangsung lama. Pemdes Pombewe juga telah mengingatkan warga, namun peringatan itu tidak dihiraukan. Sehingga perhatian pemerintah sangat diperlukan menangani Sungai Paneki ini.

“Dulu ada Dinas Kehutanan (Dishut) Sigi stand by mengontrol Sungai Paneki. Setelah pindah ke Pemprov Sulteng, pengawasan tidak ada lagi. Padahal kami inginkan ada rutinitas yang bisa dilakukan di sini menata lingkungan hutan dan bantaran sungai,” pungkasnya.


Editor: Syamsu Rizal