Saturday, 21 October, 2017 - 21:49

APBD 2017, Pendapatan Dipangkas Rp188 Miliar

H Ishak Cae. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Target pendapatan APBD 2017 mengalami penurunan yang sangat siginifikan dibandingkan tahun 2016 yakni Rp188 miliar atau sekitar 13,05 persen. Turunnya target pendapatan tersebut tentu saja akan mempengaruhi pada sisi belanja.

Berdasarkan hasil asistensi sementara, target pendapatan APBD 2017 hanya Rp1,255 triliun atau turun dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp1,444 triliun.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu H Ishak Cae menyoroti khususnya di sektor pendapatan asli daerah (PAD). Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2016 yakni Rp279,595 miliar. Namun, pada tahun 2017, PAD turun Rp12,975 miliar menjadi Rp266,619 miliar atau turun 4,64 persen.

“Pendapatan daerah untuk tahun 2017 menurun. Hal ini tidak dapat dipercaya. Melihat masih banyak potensi-potensi pendapatan daerah yang dapat digali oleh setiap SKPD. Khususnya SKPD yang terkait pendapatan daerah,” kata Ishak Cae pada saat pembahasan KUA-PPAS tahun 2017 di DPRD Palu, Selasa 15 November 2016.

Dari empat item PAD, hanya pajak daerah yang ditargetkan naik menjadi Rp113,220 miliar atau naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp102,879 miliar. Selebihnya, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah semuanya turun masing-masing 20,34 persen, 72,43 persen, dan 10,33 persen.

Misalnya retribusi daerah yang tahun lalu Rp25 miliar turun menjadi Rp20 miliar pada tahun 2017.  Seharusnya kata Ishak Cae, jumlah pendapatan dinaikan dari tahun sebelumnya dengan melihat potensi-potensi pendapatan tersebut.

URAIAN

TA. 2016

TA 2017

Selisih

%

Pendapatan Daerah

Rp 1,444 triliun

Rp1,255 triliun

(-) Rp 188,466 miliar

13,05

PAD

Rp 279,595 miliar

Rp266,619 miliar

(-) Rp12,975 miliar

4,64

Dana Perimbangan

Rp1,082 triliun

Rp 932,166 triliun

(-) Rp150,178 miliar

13,88

Lain-lain Pendapatan yang sah

Rp.82,212 miliar

Rp 56,900 miliar

(-) Rp25,311 miliar

30,79

”Terburuknya, lebih baik target pendapatan tahun 2017 mengacu pada pendapatan tahun lalu. Setidaknya, kebijakan ini lebih baik, dibandingkan menurunkan jumlah pendapatan tahun 2017,” ujarnya.

Dia juga meminta, pembahasan tentang pendapatan dipercepat, dan melanjutkan pembahasan belanja untuk tahun 2017. Mengingat kata Ishak Cae, waktu pembahasan yang semakin sempit.
Selain PAD yang turun, komponen lainnya yang juga turun adalah dana perimbangan hanya Rp932,166 miliar atau turun 13,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,082 triliun. Begitu juga lain-lain pendapatan yang sah turun menjadi Rp 56,900 miliar atau 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pimpinan Banggar DPRD Kota Palu H Basmin Karim memutuskan untuk menskorsing pembahasan KUA-PPAS tahun 2017 sembari menuggu kejelasan pagu anggaran untuk tahun 2017 dari pihak Pemkot.

“Saat ini Wali kota, TAPD, dan perwakilan Banggar DPRD Kota Palu masih di Jakarta melakukan asistensi anggaran untuk tahun 2017. Sehingga, menunggu hasil asistensi anggaran yang dilakukan oleh mereka, rapat Banggar diskorsing,” ungkapnya.

H Basmin menyatakan, hasil dari asistensi anggaran ini yang akan menjadi patokan pembahasan KUA-PPAS tahun 2017. “Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pembahasan sebaiknya menuggu hasil asistensi itu. Karena, pembahasan KUA-PPAS di tingkat Banggar akan sia-sia kalau pagu anggaran yang belum jelas ditetapkan,” pungkasnya.

DAK Dipangkas Rp143 Miliar

Sementara itu, total dana perimbangan hanya Rp932,166 miliar atau turun 13,78 persen dibandingkan tahun 2016 yakni 1,082 triliun.

Berkurangnya dana perimbangan karena dana transfer khusus dari Pemerintah Pusat dipangkas sebesar Rp143,973 miliar terdiri atas DAK untuk fisik Rp137,514 miliar dan DAK non fisik Rp6 miliar.

Begitu juga pada transfer umum dana bagi hasil turun menjadi Rp 714,863 miliar. Jumlah ini berkurang Rp6,204 miliar dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 721,068 miliar. Adapun dana alokasi umum (DAU) tidak mengalami perubahan yakni Rp683,609 miliar.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.