Tuesday, 27 June, 2017 - 21:55

Area Parkir Anjungan Rusak Estetika Teluk Palu

Anjungan Nusantara Palu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Palu, Rusman Ramli mengatakan area parkir yang berada di sepanjang Anjungan Nusantara sangat merusak estetika Kota Palu. Seharusnya sebelum membuat taman atau ruang terbuka hijau, pemerintah sudah memikirkan lahan parkirnya.

“Sebaiknya pengunjung tidak memarkirkan motornya di badan jalan, karena itu membuat estetika dari anjungan tersebut bukan saja menurun tetapi justru rusak. Dan menurunkan kenyamanan masyarakat menikmati keindahan teluk Palu. Itukan jalur padat kendaraan, jika ada parkir di badan jalan maka pasti akan mengganggu arus lalu lintas," kata Rusman belum lama ini.

Menurutnya, sebaiknya para pengunjung memarkirkan kendaraannya di samping anjungan agar kelancaran arus lalu lintas di jalan tersebut berlangsung tertib.

“Pada kawasan tersebut harus dipasang rambu dilarang parkir agar keindahannya tetap terjaga,” katanya.

Rusman mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan ketegasan dari pihak kepolisian.

“Untuk mentertibkan area parkir di kawasan tersebut diperlukan ketegasan dari pihak kepolisian,” katanya.

Rusman juga mempertanyakan hasil retribusi parkir yang dipungut di area anjungan nusantara.

“Yang jadi pertanyaan apakah hasil retribusi parkir di kawasan tersebut diketahui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu dan merupakan bagian dari pendapatan asli daerah atau bukan. Jika bukan menjadi salah satu PAD maka bisa disebut sebagai parkir ilegal, dan para juru parkir bisa dikatakan melakukan pungutan liar kepada masyarakat yang berkunjung,” katanya.

"Seharusnya bisa dijelaskan oleh dishub untuk memberi pemahaman bahwa disitu bukan lahan parkir, kalau tidak maka lambat laun estetika anjungan nusantara sebagai salah satu ikon kota Palu akan hilang. Dan jika pelanggar harus dikenakan sanksi yang tegas," tuturnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.