Sunday, 22 October, 2017 - 03:29

ASN Tiga OPD Terancam Sanksi Gubernur

Plt Sekda Hj Derry B Djanggola menyampaikan amanat Gubernur Sulteng saat bertindak sebagai Irup upacara bulanan lintas OPD lingkup Pemprov di Halaman Kantor Gubernur, Senin, 17 April 2017. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sulteng kembali melaksanakan upacara bulanan di Halaman Kantor Gubernur Sulteng, Senin, 17 April 2017. Namun, berbeda dari sebelumnya, peserta upacara kali ini tidak seramai upacara bulanan lainnya.

Plt Sekdaprov Sulteng Hj Derry B Djanggola yang bertindak selaku inspektur upacara mengatakan gubernur akan memberikan sanksi tegas kepada personil OPD yang tidak mengikuti upacara.

“Dinas, badan, biro dan kantor yang kurang sekali personilnya dalam mengikuti upacara kali ini akan ditindak tegas oleh gubernur,” ujar Derry.

Adapun ASN yang terancam sanksi tersebut antara lain dari tiga OPD yaitu Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian atau yang dulu dikenal Diskominfo. Kemudian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Ketiga OPD tersebut diketahui yang paling sedikit personilnya mengikuti upacara bulanan kali ini.

Derry menuturkan, dasar dalam memberikan sanksi tegas nantinya akan mengacu dari penyebab ASN bersangkutan tidak mengikuti upacara. Nantinya akan dipertimbangkan apakah karena tugas luar, sakit atau menambah libur. Ini mengingat sejak Jumat, 14 April 2017, ASN sudah tidak berkantor disebabkan libur nasional.

“Permasalahan kedisiplinan ASN akan betul-betul diterapkan dengan baik, dalam artian yang tidak disiplin akan diberhentikan, begitupula bagi peserta yang tidak serius mengikuti upacara akan dikeluarkan dari tempat upacara,” kata Plt Sekda.

Pada kesempatan itu pula, selaku Plt Sekda, Derry menyampaikan gubernur juga akan menindak tegas bagi Pejabat Eselon II, Pejabat Administrator, pengawas dan staf yang tidak hadir pada semua rangkaian kegiatan HUT Provinsi Sulawesi Tengah melalui pemeriksaan absensi daftar hadir pada masing-masing OPD.

Lebih lanjut dikatakan Derry, diawal triwulan kedua ini, ASN dituntut untuk lebih kreatif dan paham akan tugas pokoknya dalam menjalankan setiap program.

“Karena melalaikan tugas atau tidak maksimal dalam menjalankan program, berarti aparatur tersebut sama sekali tidak memahami fungsi tugas dalam birokrasi yang harus dijalankannya dengan baik,” tuturnya.

“Program-program di triwulan kedua ini telah menanti untuk segera dilaksanakan, tentu dengan tetap memperhatikan hal-hal yang terkait dengan anggaran daerah maupun anggaran pusat. Ini agar tidak menimbulkan kesalahan dalam setiap pelaksanaan program, karena dengan disiplin yang kuat dalam mengelola anggaran, sudah pasti akan memberi penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih,” tandas istri Wakil Bupati Parigi Moutong itu.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.