Thursday, 20 September, 2018 - 20:30

Asrama Haji Palu Masih “Berbenah”

Lutfi Yunus. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Lutfi Yunus mengungkapkan pembenahan Asrama Haji Transit Palu sampai saat masih berjalan, diantaranya pembersihan area asrama, baik itu di luar maupun di dalam, termasuk saluran air dan pengecatan.

“Pengecekan kesiapan tempat tidur calon jamaah haji juga kami sementara lakukan, mengenai tempat tidur, ada beberapa yang rusak, namun itu akan diganti dengan yang baru,” ujar Lutfi di ruang kerjanya, Rabu, 11 Juli 2018. 

Lutfi menjelaskan, fasilitas untuk gedung penginapan di Asrama Haji Transit Palu cukup banyak, diantaranya gedung Jabal Sur, berkapasitas menampung jamaah sebanyak 43 orang. Kemudian, Jabal Nur, dapat menampung 43 jamaah. 

“Jabal Rahmah, dapat menampung 56 jamaah, gedung Mina 63 jamaah, Nawira 66 jamaah, Jirana 60 jamaah, Tan’im 33 jamaah, dan Madina 60 jamaah,” ungkapnya. 

Selain gedung-gedung penginapan, Lutfi mengungkapkan, Asrama Haji Palu juga mempunyai Aula yang berada di lantai dua, ruang pemberangkatan dan pemulangan, serta ruang petugas barang. 

“Jamaah yang akan masuk pertama di Asrama Haji Transit Palu adalah kloter 5 dengan jumlah jamaah sebanyak 450 orang,  ditambah petugas kloter lima orang, sehingga totalnya menjadi 455 orang. Kloter pertama ini dijadwalkan masuk asrama haji 31 Juli 2018, masuk di Balikpapan 1 Agustus. Kemudian pada 2 Agustus, kloter 5 sudah menuju ke Jeddah, kemudian dilanjutkan kloter selanjutnya,” ujarnya.

Kata Lutfi, pelayanan terbaik kepada jamaah sangat penting untuk dilakukan. Olehnya, pihaknya telah menakankan kepada panitia haji, agar memberi pelayanan secara berkeadilan dan maksimal. 

“Mengenai makanan para jamaah, akan disiapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tetapi melalui anggaran pemerintah daerah. Yang jelas jamaah disiapkan makanan yang terbaik dan sehat untuk dikonsumsi,” katanya.

Lutfi mengatakan, pada musim haji tahun ini, pelayanan Kementerian Agama ke jamaah haji makin meningkat. Misalnya, untuk konsumsi di Arab Saudi, Jamaah Haji mendapatkan 75 kali catering makanan, diantaranya sebanyak 40 kali makanan di Makkah, sekali di bandara, 18 kali di Madinah, dan 16 kali saat fase puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina atau Armina.

“Kami mengimbau jamaah agar tidak membawa banyak bekal makanan seperti beras dan makanan lainnya dari kampung, karena pelayanan makanan selama di Arab Saudi lebih meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 60 kali,” ujarnya. 

Selain itu, Lutfi mengingatkan bahwa barang bawaan jamaah akan dibatasi dan harus diperhatikan oleh petugas. Berat koper maksimal 32 kg, dan seluruh bawaan harus masuk koper, sehingga tidak ada kesulitan saat pemeriksaan x-ray di Bandara. 

“Untuk kebutuhan oleh-oleh air zam-zam pun dibatasi hanya diberikan 5 liter per orang,” ungkapnya. 

Sementara itu, Lutfi mengungkapkan, sekitar 800 paspor jamaah sementara proses visa di Jakarta. 

“Karena kemarin, baru dua kloter yang dikirim paspornya, yakni kloter 5 dan 6. Dalam waktu dekat, paspor kloter 7,8 dan 9 juga akan dikirim ke Jakarta untuk proses pemvisaan,” jelasnya.

“Kami mengimbau jamaah agar memperhatikan kesehatannya dengan baik. Kesehatan ini paling penting, karena jika tidak sehat, PPIH dan petugas kesehatan tidak akan mengizinkan untuk berangkat ke Jeddah, Arab Saudi,” harapnya.

 

Editor: M Yusuf Bj