Saturday, 23 June, 2018 - 01:22

Awal Juni, Rekomendasi DPP PDIP Turun

PESERTA - Para calon kepala daerah yang mengikuti tes psikologi yang diselenggarakan DPP PDIP di Palu, Rabu (20/5). (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

Proses Berikutnya Kursus Singkat Pemerintahan

Palu, Metrosulawesi.com – Surat keputusan DPP PDI Perjuangan tentang bakal calon kepala daerah yang direkomendasi partai diperkirakan akan turun awal bulan Juni atau paling lambat pertengahan Juni.

“Paling lambat pertengahan Juni rekomendasi DPP sudah turun, karena masih ada proses berikutnya,” jelas Ketua DPD PDIP Provinsi Sulawesi Tengah, Muharram Nurdin, kepada Metrosulawesi, Jumat (22/5) malam.

Menurut Muharram, setelah rekomendasi mengenai nama-nama calon kepala daerah itu turun, para kandidat yang direstui pusat itu harus mengikuti proses berikutnya yakni kursus singkat tentang pemerintahan yang dilaksanakan di DPP.

Kursus itu, kata Muharram, dimaksudkan agar para calon kepala daerah baik calon bupati/wakil bupati maupun calon wali kota/wakil wali kota yang direkomendasi PDIP punya pemahaman yang sama tentang pemerintahan.

“Partai (PDIP) punya tanggung jawab untuk membekali para calon kepala daerah agar memiliki pengetahuan dasar mengenai tata kelola pemerintahan,” jelas Muharram yang juga Wakil Ketua DPRD Sulteng itu.

Sebelumnya, selama dua hari 20-21 Mei, DPP PDIP menggelar fit and propertest dan wawancara terhadap para bakal calon kepala daerah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Para calon yang mendaftar di PDIP di dua provinsi itu dikumpulkan di Palu oleh DPP PDIP.

Dari Sulawesi Tengah tercatat 68 orang yang mendaftar di PDIP sebagai calon bupati/wakil bupati dan calon wali kota. Sedangkan dari Sulbar berjumlah 18 orang.
Para calon kepala daerah itu mengikuti tes psikologi yang dilaksanakan oleh lembaga independen Himpunan Masyarakat Psikologi (HIMPsi). Selain itu, mereka juga mengikuti wawancara bersama pengurus DPP PDIP Prof Hamka Haq dan Komarudin Watubun.

Menurut Muharram Nurdin, fit and proper test adalah salah satu proses untuk menyaring para bakal calon kepala daerah yang dianggap memiliki kecakapan yang memadai. Ini salah satu tahapan yang wajib diikuti para bakal calon.

“PDIP berkepentingan untuk mengetahui sikap dan kepribadian para bakal calon. Jadi bukan hanya soal pengetahuan tentang pemerintahan,” jelasnya.

Muharram juga mengemukakan, sesuai penggarisan DPP PDIP, proses penentuan bakal calon yang direkomendasi partai juga melihat hasil survei.

“Survei ini penting. Bagaimana partai mau merekomendasi kalau memang calon tersebut tidak punya peluang sama sekali. Jadi, seleksi di PDIP itu memang ketat,” kata Muharram.