Friday, 20 July, 2018 - 01:39

Awalnya Batuk, Berobat ke Rumah Sakit Justru Lumpuh

TERBARING LESU – Rostina penderita batuk kini mengalami kelumpuhan diduga akibat meminum obat dari Poli Klinik Penyakit Dalam RSUD Tora Belo Sigi. Kondisi pasien memprihatinkan dirujuk ke RSUD Undata Palu, Minggu, 8 Juli 2018. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com – Rostina (57) kini mengalami kelumpuhan. Diduga kelumpuhan itu terkait dengan obat yang dikonsumsinya seusai berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tora Belo Sigi. Kini pasien berdomisili di Desa Watunonju, Kecamatan Sigi Biromaru itu, dirujuk ke RSUD Undata.

Rostina menderita penyakit batuk itu berobat mendatangi Poli Klinik Penyakit Dalam di RSUD Tora Belo Sigi. Berdalih agar batuk diderita sembuh setelah meminum obat dari RSUD Tora Belo. Namun kondisi pasien semakin parah, sebab pasien sekarang ini mengalami kelumpuhan dan kejang-kejang.

Indah Susanti merupakan anak pasien Rostina, menceritakan kronologi ibunya sehinga mengalami kelumpuhan dan kejang-kejang, setelah meminum obat dari RSUD Tora Belo Sigi. Kata dia, berawal Sabtu, 30 Juni 2018 lalu, saat itu ibunya mengontrol batuk di Poli Klinik Penyakit Dalam. 

Karena keluhan batuk itu sering diperiksa ke dr Hania, selaku dokter penanggung jawab Poli Penyakit Dalam di RSUD Tora Belo. Setelah diperiksa dokter, maka ibunya langsung ke apotek baru pulang kembali ke rumah.

“Sekitar pukul 14.00 siang, ibu meminum obat terus tidur nyenyak. Kami berfikir mungkin reaksi dari obat itu sehingga tidur begitu. Pas malam harinya tiba-tiba ibu mengalami kejang-kejang dan tidak bisa berdiri,” ungkap anak kandung Rostina itu.

Indah yang disapa dengan sebutan Mei itu menambahkan, semalam ibunya saat itu kondisinya loyo dan tidak bisa tidur. Saat itu pula, mereka berfikir kemungkinan kondisi itu masih efek dari reaksi obatnya. Sehingga pada Minggu, 1 Juli 2018, ibunya meminum obat itu lagi. Malam harinya mereka sekeluarga terkejut karena ibunya sampai jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri lagi.

“Nah pas Minggu itu baru ibu saya mengalami kelumpuhan total dan tidak bisa berjalan lagi. Setelah ditelusuri akibatkan kelumpuhan itu, ternyata obat yang diminum dari RSUD Tora Belo bukan obat batuk,” terangnya.

Menurutnya, ibunya yang tidak berdaya hingga dirujuk ke RSUD Undata Palu belum mendapat penjelasan dari RSUD Tora Belo terkait obat yang diberikan ke ibunya itu. Bahkan resep obat diberikan itu belum diperlihatkan ke pihak keluarga. Sedangkan obat diminum ibunya sebanyak 4 jenis, Gabescol, Langdoprasole, obat kapsul racikan berwarna biru putih, dan satu lagi kapsul berwarna pink putih. 

“Sekarang kondisi ibu tidak bisa berjalan di RSUD Undata. Bahkan susah kencing dan HB berkurang akibat mengkonsumsi obat itu,” pungkasnya.  

 

Editor: Syamsu Rizal