Wednesday, 26 July, 2017 - 14:57

Baca Quran Metode Syeikh Ali Jaber Dikenalkan di Palu

Ahmad Basirt, LC MA Direktur Mahir dengan Al-Quran Yayasan Syeikh Ali Jaber. (Foto: Youtube)

Palu, Metrosulawesi.com - Ada kebiasaan tidak baik saat membaca Al-Quran. Tidak memperhatikan tempat keluarnya huruf dan kaidah ilmu tajwid. Kebiasan ini membuat bacaan menjadi salah atau terdengar benar tapi sebenarnya salah.

Huruf ح pada الرحمن dibaca dengan ha tebal الرهمن atau tidak menebalkan huruf tebal seperti kha dalam ayat خلدين. Contoh tersebut merupakan kesalahan yang tersembunyi. Kadang tidak tidak disadari tapi bisa merubah makna atau tata bahasa Arab.

Kesalahan-kesalahan membaca Quran ternyata tidak hanya menimpa kaum muslimin awam. Para imam masjid, guru ngaji atau ustadz kadang masih ditemukan kesalahan baca. Bisa jadi karena faktor umur yang membuat lidah kaku dan bentuk gigi tidak sempurna lagi.

Problem cara baca Quran yang tidak sesuai standar menjadi perhatian Syeikh Ali Jaber, salah satu imam Masjid di Madinah Saudi Arabia yang hijrah ke Indonesia. Program besar beliau sederhana, fokus bagaimana memperbaiki bacaan Quran. 

Melalui program divisi pendidikan Mahir Dengan Quran yang berpusat di Jakarta, Ali Jaber melakukan perbaikan bacaan umat.

BACA: Syeikh Ali Jaber, Dai Asal Arab Saudi Targetkan 1 Juta Hafiz Indonesia

Ali Jaber melalui Ahmad Basirt selaku murid dan sekaligus Direktur program Mahir dengan Quran Yayasan Syekh Ali Jaber melakukan uji coba perbaikan Al-Quran yang disebut tahsin di Palu. Menggandeng Yayasan Himmatunal Quran, selama sepekan Basirt menggembleng 25 guru ngaji yang berakhir pada Minggu kemarin, (1/1/2016).

Menurut Basirt, membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai tempat keluarnya huruf dan kaidah ilmu tajwid hukumnya wajib. Tetapi menghafal kaidah tajwid tidak wajib.

“Target awal kami sebagai angkatan 1 di kelas awal adalah mentahsin bacaan quran 30 juz dengan Metode talaqqi. Peserta tidak perlu menghafal kaidah-kaidah tajwid yang rumit,” kata Basirt.

Talaqi merupakan metode yang digunakan umat Islam dahulu untuk menimba ilmu secara turun temurun. Mereka belajar dengan langsung melihat guru yang akan membenarkan bacaan sang murid. Guru yang boleh mengajar harus yang memiliki sertifikasi sanad qiraah.

Selama di Palu, Basirt menargetkan siswa ditahsin 3 juz secara talaqi. Juz Amma, Juz 29 dan Juz 1 surat Al-Baqarah. Tahsin malalui jalur periwatan Hafs dari Ashim.

Sayangnya, karena ditemukan bacaan para peserta yang masih lemah taget tersebut tidak terpenuhi.

“Akhirnya kami hanya dapat menyelesaikan 17 surat di Juz Amma. Paling tidak ini menjadi pertemuan awal sebagai evaluasi kami,” ujar kandidat doktoral jurusan Ilmu Quran sambil tersenyum.

Peserta mengakui hal itu. Bacaan yang mereka sangka sudah benar ternyata masih jauh dari standar. Selama ini hanya belajar tajwid dari buku atau kursus singkat. Dari pelatihan ini mereka mengakui metode talaqi Syeikh Ali Jaber melalui Program Mahir Dengan Quran sangat efektif.

“Mendengar dan memperdengarkan bacaan kita pada guru secara talaqi, ini metode yang paling efektif yang pernah saya pelajari,” jelas Tommy Adam guru Hafalan Quran asal Banggai.

Istianah Royani peserta putri pengajar TPA dan pemilik produk Hijab Karima mewakili peserta berterima kasih kepada Ustaz Ahmad Basirt. Ia berharap, program tahsin talaqi dengan periwayatan Hafs dari Ashim dapat diteruskan sampai khatam 30 juz.

Menanggapi permintaan peserta, Basirt yang segera kembali ke Jakarta menjanjikan akan menjadwalkan pelatihan secara rutin. Sementara pelatihan akan dilanjutkan melalui Whatsapp.

Selain melakukan pelatihan tahsin, Basirt juga membagikan Al-Quran cetakan Yayasan Syeikh Ali Jaber, buku Panduan Ilmu Tajwid karya DR. Aiman Rusydi Suwaid, 50 Mushaf Al-Quran dan 50 CD Muratal.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.