Wednesday, 26 April, 2017 - 23:54

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Bahas Ranperda, DPRD Morut Hadirkan Konsultan Publik

Suasana konsultasi publik tentang rancangan 3 perda oleh sekretariat DPRD Morut. (Foto : Alekson W/ Metrosulawesi)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Konsultasi publik untuk tiga buah rancangan peraturan daerah Kabupaten Morowali Utara, yang dilaksanakan oleh pusat kajian pengembangan masyarakat dan kawasan Universitas Tadulako, bersama sekretariat DPRD Kabupaten Morowali Utara, belum lama ini digedung serba guna Morokoa Kolonodale.

Kegiatan konsultasi ke tiga rancangan Perda Kabupaten Morut dibuka oleh Ketua Badan Pembentukan Perda Kabupaten Morut, Mitanis Tulaka. Dalam kesempatan itu, mereka mendiskusikan tentang rencana induk pembangunan induk kepariwisataan Kabupaten Morut 2017-2025.

"Ada Perda tentang cagar budaya, sedang di hari kedua diskusi lebih menarik lagi, dihadiri para pemilik karaoke, rumaha makan dan hotel, serta tokoh-tokoh masyarakat membahas tentang pengendalian, pengawasan dan peredaran minuman beralkohol," kata ketua tim pusat kajian pengembangan masyarakat dan kawasan Untad, Ruslan Husen.

Dia menegaskan, strategi pembangunan kelembagaan kepariwisataan perlu meningkatkan, kinerja dan memperkuat komitmen birokrasi yang terkait dengan kepariwisataan, meningkatkan fungsi dan peran lembaga masyarakat yang terkait kepariwisataan, membentuk dan mengembangkan asosiasi usaha pariwisata, dan asosiasi profesi pariwisata untuk mewujudkan tata kelola pariwisata yang terpadu.

"Menyusun dan mengembangkan peraturan , pedoman, mekanisme yang berkekuatan hukum serta mengembangkan upaya peningkatan berkualitas SDM pariwisata, melalui pendidikan, pelatihan dan sertifikasi secara berkesinambungan," terangnya.

Sementara di bidang rancangan minuman beralkohol Yusril Ibrahim yang juga pemilik karaoke mengaku, tidak menjual minuman berakohol. Namun jika pengunjung meminum di luar lalu masuk berkaraoke ditempatnya dalam keadaan mabuk, bagaimana sanksi yang diterapkan dalam perda tersebut.

"Begitu juga minuman captikus atau saguer yang merupakan minuman buatan sendiri masyarakat setempat, yang kadar alkoholnya tidak diketahui dan anak sekolah pun bebas memperoleh minuman, yang termurah dari pada minuman produksi pabrik, bagaimanacara pengendaliannya," tanya Yusril lagi.

Ketua badan pembentukan Perda, Mitanis Tulaka, menegaskan sebelum Perda tentang pengendalian pengawasan dan peredaran minuman beralkohol ini ditetapkan, menjadi peraturan daerah Kabupaten Morut. Pihaknya akan mengkaji sedemikian rupa agar pasal-pasal yang mengatur peredaran minuman beralkohol ini, betul-betul memberi manfaat besar bagi generasi penerus bangsa.


Editor : Subandi Arya

Tags: 

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.