Monday, 20 August, 2018 - 11:48

Baiknya, Penanggulangan Kemiskinan Sentuh Cara Berpikir

ILUSTRASI - Potret kemiskinan. (Foto : infobdg.com)

Palu, Metrosulawesi.com – Kemiskinan tidak bisa dipandang dari perspektif materi, tetapi juga harus diperhatikan dari perpektif berpikir. Sebab, ada seseorang yang secara materi cukup tetapi merasa kurang, sebaliknya ada yang secara materi lemah tapi merasa cukup.

Untuk itu, program Zero Poverty Pemkot Palu, yang saat ini telah berjalan tidak diberikan kepada masyarakat dalam bentuk dana segar. 

“Ibaratnya kita memberi kail bukan ikan,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palu, Presly Tampubolon belum lama ini.

Namun, Presly juga mengakui jika selama ini kriteria kemiskinan di Kota Palu masih menggunakan kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat. Sehingga Pemkot Palu membentuk tim khusus untuk menentukan kriteria miskin yang sesuai dengan kondisi Kota Palu.

Hal ini dikatakan Presly saat ditanya tentang kondisi peserta Padat Karya, yang tidak seluruhnya memiliki kriteria dari yang ditetapkan pemerintah pusat, misalkan saat bekerja ada yang mengendarai sepeda motor merk terbaru, sambil membawa handphone dan lainnya.

“Karena jika melihat 15 kriteria pemerintah pusat, apa di Kota Palu masih ada rumah beratap rumbia dan lantai tanah,” ucapnya.

Menurut Ibnu Mundzir, program Zero Poverty harus dikembangkan dengan lebih pada menyentuh perspektif berpikir seseorang, atau dengan cara mengubah cara berpikir (mindset) seseorang.

“Artinya, program penanggulangan kemiskinan harus mampu mengajak seseorang untuk pandai bersyukur. Karena berapapun dan apapun yang dimiliki, jika dia tidak pandai mensyukurinya maka dia juga akan tetap kurang. Tapi tentunya tetap dibarengi dengan  intervensi program lainnya dari pemerintah,” ujarnya.