Friday, 15 December, 2017 - 22:02

Bangun Toleransi, Pemkot Siapkan Rp3 Miliar Untuk Gaji Guru Agama SD

ILUSTRASI - Pemerintah Kota Palu mencoba membangun kembali rasa toleransi melalui landasan agama. (Grafis : Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menyiapkan anggaran Rp3 miliar untuk menggaji guru agama pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palu. Hal ini diungkapkan Wali Kota Palu Hidayat saat peresmian Kampung Berseri Astra di Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis, 4 Mei 2017.

“Kita ingin membangun kembali nilai toleransi, kekeluargaan dan gotong royong karena Sulawesi Tengah ini seperti Poso dan Palu bisa dibilang rast area yang sering komplik. Nah sekarang kita coba bangun kembali rasa toleransi melalui landasan agama. Makanya mulai tahun ini, Pemkot Palu menganggarkan Rp3 miliar  untuk menggaji guru agama,” ungkap Hidayat.

Hidayat menerangkan, anggaran tersebut disiapkan menggaji sekitar 300 orang lebih guru agama yang telah direkrut untuk mengajar di 165 SD. Sebab, isu toleransi sekarang ini telah menjadi perhatian pemerintah secara nasional.

“Seperti kita lihat, hampir disemua TV menayangkan bagaimana toleransi tercabik-cabik. Olehnya semua SD di Kota Palu harus ada pendidikan agama, karena agama sangat penting sebagai landasan toleransi, baik agama islam, kristen, budha dan hindu,” ujarnya.

Menurut Hidayat, saat toleransi telah terbangun, potensi komplik secara perlahan akan menghilang yang pada ujungnya tercipta keamanan dan kenyamanan ditengah-tengah masyarakat. Dengan begitu, Palu sesuai visi-misinya sebagai kota jasa tujuan wisata bisa terwujud.

“Semua itu sesuai visi-misi kami untuk menjadikan Palu sebagai kota jasa, berbudaya, beradat dilandasi iman dan takwa,” tutur Wali kota.

Kata dia, agar bisa sebagai kota tujuan, Pemkot saat ini fokus pada kebersihan lingkungan melalui Gerakan Gali Gasa yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mewujudkan Palu BERHIAS yaitu Bersih, Hijau, Indah, dan Asri.

“Jadi ini salah satu upaya kami dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui bidang jasa. Sebab kalau melalui bidang pertanian dan perkebunan itu tidak mungkin, karena semakin hari lahan-lahan di Kota Palu semakin habis dengan adanya berbagai pembangunan sarana/prasarana,” tandasnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.