Friday, 20 April, 2018 - 14:30

Banjir Luapan Sungai Randomayang Picu Kepanikan Warga, Jalan Trans Sulawesi sempat Lumpuh

SUNGAI MELUAP - Banjir di Mamuju Utara akibat meluapnya sungai Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kamis 28 Desember. (Foto : Jhoni/ Metrosulawesi)

Pasangkayu, Metrosulawesi.com - Banjir luapan sungai Randomayang di Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat yang terjadi pada Kamis, 28 Desember, membuat ratusan warga panik.

Kepanikan warga terjadi saat sungai Randomayang dan sungai Batio tiba - tiba meluap hingga merendam perumahan nelayan di dusun Randomayang Dua dengan ketinggian air mencapai 60 cm.

Selain merendam perumahan nelayan air yang datang secara tiba - tiba tersebut juga merendam gedung Sekolah Dasar Negeri Randomayang.

Bahkan sejumlah perabotan rumah tangga milik warga juga ikut terendam banjir, namun sejumlah warga korban banjir enggan mengungsi dan memilih bertahan dirumah masing – masing.

Ahmad, warga dusun randomayang mengaku, banjir di daerah tersebut sering terjadi bahkan menurut warga banjir pernah terjadi empat kali dalam satu bulan.

“Banjir pernah terjadi empat kali satu bulan akibat buruknya drainase," tegas Ahmad yang juga rumahnya terendam banjir.

Sementara Camat Bambalamotu Masrah, mengatakan. banjir yang terjadi akibat buruknya drainase didusun batio sehingga air meluap masuk kepemukiman warga.

“Sungai yang meluap saat ini adalah sungai randomayang dan sungai batio sehingga terjadi banjir, namun karena buruknya drainase juga menjadi salah penyebab terjadinya banjir,” tegasnya.

Luapan sungai Kalola melumpuhkan jalur trans Sulawesi. Akibat meluapnya sungai kalola puluhan rumah warga yang berada dibambalamotu terendam banjir hingga mencapai ketinggian 70 cm.

Selain merendam rumah warga, banjir juga melumpuhkan akses jalan penghubung antara Desa Kalola dengan Kelurahan Bambalamotu.
Tak hanya itu, jalan lintas barat yang menghubungkan antara sulawesi barat dan sulawesi tengah juga terendam banjir, akibatnya antrian panjang kendaraan dilokasi banjirpun tak terhindarkan.

Muhlis, salah seorang warga mengaku banjir di daerah tersebut sering terjadi tiap musim penghujan tiba, namun hingga saat ini belum ada upaya penanggulangan banjir yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Di sini sudah menjadi langganan banjir tiap musim penghujan tiba, akibatnya puluhan rumah warga terendam banjir. Kami berharap pemerintah segera turun tangan mencarikan solusi agar banjir disini bias teratasi," harap Muhlis.


Editor : Udin Salim