Saturday, 22 September, 2018 - 09:59

Bank Sampah Diuji Coba pada Dua Kelurahan

Syamsul Saifudin. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Penelitian Pembangunan Daerah (Balitbangda) segera melakukan kerjasama dengan PT Pegadaian dalam pengadaan Bank Sampah di tiap kelurahan di Kota Palu.

“Awalnya kami akan uji coba pada dua kelurahan terlebih dahulu, yakni satu RT di Kelurahan Silae dan satu RT di Kelurahan Ujuna. Insya Allah ini bisa menambah penghasilan masyarakat setempat,” kata Kepala Balitbangda Kota Palu, Syamsul Saifudin di Palu, Rabu, 25 Juli 2018.

Syamsul mengungkapkan telah tersedia investor untuk membeli sampah-sampah tersebut.

“Inilah yang dikatakan sampah bisa menghasilkan emas. Bank Sampah ini akan memilah mana saja sampah plastik dan limbah rumah tangga. Sampah limbah rumah tangga atau sisa-sisa makanan pun bisa menjadi kompos,” jelasnya.

“Setiap warga yang menyetor sampahnya ke Bank Sampah akan dibayar sesuai takaran seberapa banyak sampah yang disetor. Makanya, kembali lagi saya katakan, dari sampah bisa menghasilkan emas,” jelasnya.

Syamsul mengungkapkan PT Pegadaian pun akan membukakan tabungan emas bagi masyarakat yang menyimpan uang hasil penjualan sampahnya.

“Jika Bank Sampah tersebut bagus manajemennya, maka warga yang punya keinginan untuk meminjam uang, bisa langsung ke Bank Sampah. Bank Sampah yang maju pasti akan mensejahterakan warga sekitar, karena sampahnya sudah menjadi uang,” jelasnya.

Syamsul Saifudin menjelaskan, di bank sampah tersebut, pengumpul akan membeli sampah plastik dari masyarakat. Harga beli dalam satu kilogram disetarakan dengan harga pasaran.

Kata dia, pola transaksi pada bank sampah dirancang sedemikian rupa. Dana hasil penjualan boleh diambil secara tunai, namun bisa juga ditabung untuk investasi emas.

"Kan ada program di pegadaian itu untuk investasi emas. Menabung untuk mendapatkan emas dalam waktu tertentu," jelasnya.

Program itu, kata dia, adalah upaya pihaknya agar masyarakat bisa berpartisipasi mengolah sampah menjadi sesuatu bernilai. Disamping itu, bisa merangsang kebiasaan untuk memilah sampah plastik dan sampah jenis lainnya.

Tujuannya nanti, sebut dia, supaya sampah-sampah produksi rumah tangga yang akan dibuang ke tempat pembuangan sementara itu tersisa sampah bukan plastik.

"Kita harapkan muncul kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga," ujarnya.

Dalam waktu dekat, tepatnya 7 Agustus 2018 nanti, pihaknya lanjut Syamsul juga segera mengundang seluruh pejabat lurah untuk menindaklanjuti rencana tersebut. Agar nantinya program bank sampah bisa berjalan di semua kelurahan.

"Pertemuan ini kita langsung melibatkan pihak pegadaian untuk penjelasan mengenai investasi emas yang ditukar dengan sampah plastik," jelasnya.