Wednesday, 26 July, 2017 - 22:46

Bank Sulteng Berpotensi Rugikan Keuangan Daerah

Gedung PT Bank Sulteng. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Anggota Komisi II DPRD Sulawesi Tengah Erwin Lamporo mengingatkan Bank Sulteng agar hati-hati dalam menebus ganti rugi sebesar Rp7,6 miliar sebagaimana putusan pengadilan. Pasalnya, regulasi membatasi Bank Sulteng dalam mengeluarkan biaya ganti rugi atas proses pengadilan.

“Sesuai Peraturan Menteri Keuangan ganti rugi karena proses pengadilan baik BUMN maupun BUMD hanya bisa dibayarkan sebesar besarnya Rp500 juta,” kata Erwin Lamporo, Jumat 14 April 2017.

Menurut Erwin, regulasi itu sangat jelas memberikan batasan kepada Bank Sulteng dalam menggunakan aset untuk ganti rugi. Sedari awal Erwin mengingatkan kepada manajemen Bank Sulteng agar tidak sembarangan menggunakan aset akibat kelalaian.

Kata dia, meskipun Bank Sulteng memaksakan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan persetujuan DPRD, tetap melanggar aturan. Sebab, pembayaran ganti rugi tersebut melalui deviden, laba operasional yang peruntukannya bukan untuk pembayaran kerugian atas kelalaian dan proses pengadilan.

“Jika ini dipaksakan oleh Bank Sulteng, maka Bank Sulteng telah menyalahgunakan keuangan negara,” tegas Erwin.

Politisi Hanura ini juga menegaskan kepada pemegang saham Bank Sulteng yang notabene gubernur dan bupati/wali kota se Sulawesi Tengah agar tidak menyetujui pembayaran ganti rugi melalui deviden. Apabila pemegang saham tetap mengizinkan, dapat dipastikan para pemegang saham juga melanggar peraturan.

“Bank Sulteng harus menjalankan putusan pengadilan untuk membayar ganti rugi. Tapi ingat, peraturam menteri keuangan hanya membatasi Rp500 juta untuk memakai keuangan daerah atau aset,” tegas Erwin.

Sebelumnya, kasus perdata penggugat Chairil Anwar yang berperkara dengan tergugat Bank Sulteng dalam putusan kasasi Mahkamah Agung RI memutuskan bahwa menghilangkan surat ukur tanah/gambar situasi dalam sertifikat Hak Milik Nomor:34/1978 Desa Birobuli pemegang Hak Moend Idris Roe yang dijadikan agunan/jaminan kredit pada Bank Sulteng adalah perbuatan melawan hukum.

Oleh karena itu, Bank Sulteng harus membayar ganti rugi kepada penggugat (Moend Idris Roe/Ahli waris) yakni kerugian materil sejumlah Rp2.672.407.500 dan kerugian immateriil sebesar Rp5 miliar secara tunai seketika.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.