Sunday, 23 July, 2017 - 06:51

Bank Sulteng Dapat Teguran Kedua

PT Bank Sulteng. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Selasa, 21 Maret 2017, Pengadilan Negeri Klas IA Palu mengeluarkan Berita Acara aanmaning (teguran) kedua dan memberikan waktu selama delapan hari kepada PT. Bank Sulteng agar segera melaksanakan isi putusan kasasi perkara perdata Nomor 3366/K/PDT/2015 secara sukarela.

Dalam putusan Mahkamah Agung RI tersebut menyatakan perbuatan tergugat atau PT. Bank Sulteng yang menghilangkan surat ukur/gambar situasi Nomor: 421/1978 Tanggal 10 April 1978 dalam Sertifikat Hak Milik Nomor: 34/1978 Desa Birobuli pemegang Hak Moend Idris Roe yang dijadikan agunan/jaminan kredit pada PT. Bank Sulteng  adalah Perbuatan Melawan Hukum. Oleh karena itu PT. Bank Sulteng harus membayar ganti rugi kepada penggugat (Moend Idris Roe/Ahli Waris) yakni kerugian materil sejumlah Rp2.672.407.500 dan kerugian Immateriil sebesar Rp5.000.000.000 secara tunai seketika.

Ahli Waris Moend Idrus Roe yakni Chairil Anwar selaku penggugat mengatakan dalam , pihak PT. Bank Sulteng diminta untuk segera melaksanakan hasil putusan kasasi tersebut.

“Pak Ketua tadi membacakan aanmaning kedua dihadapan kami. Pak Ketua PN Palu kembali meminta agar pihak Bank Sulteng segera melaksanakan eksekusi. Kembali pada aanmaning kedua ini pihak Bank Sulteng diberi waktu delapan hari untuk melaksanakan putusan kasasi tersebut,” kata Chairil di Palu,Selasa, 21 Maret 2017.

Chairil menegaskan seharusnya pihak Bank Sulteng melaksanakan aanmaning kedua yang diberikan PN Palu dengan segera.

“Jika Bank Sulteng memiliki iktikad baik, pasti melaksanakan aanmaning kedua ini dengan segera, tidak perlu menunggu Peninjauan Kembali (PK) yang Bank Sulteng ajukan. Putusan kasasi harus dilaksanakan terlebih dulu, peletakan sita jaminan,” jelasnya.

“Menurut perbincangan saya dengan kuasa hukum, bahwa aanmaning hanya sampai dua kali. Jika yang kedua kali ini tidak lagi dilaksanakan oleh Bank Sulteng, maka sita jaminan harus dijatuhkan PN Palu terhadap Bank Sulteng,” katanya.

Sementara itu, ditemui di PN Palu usai pertemuan aanmaning kedua, Kuasa Hukum PT Bank Sulteng Muh. Rum, SH mengatakan bahwa aanmaning bisa dilakukan beberapa kali.

“Tadi Pak Ketua PN Palu hanya membacakan aanmaning di hadapan kami. Dan aanmaning bisa dilakukan berkali-kali, tidak ada masalah, seperti yang terjadi di Bogor. Kalau sama-sama merasa kuat dan butuh keadilan, kenapa tidak,” jelasnya.

Kata dia, pihaknya tetap bersikukuh agar sita jaminan tidak lakukan sebelum putusan PK keluar.

“Kami sementara mengajukan PK terhadap perkara ini. Jadi tunggu saja hasil PKnya. Pada dasarnya, seluruh warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum,” katanya.
 
“Okelah, putusan kasasi berkekuatan hukum tetap, tapi kan kami masih melakukan satu lagi upaya hukum luar biasa yaitu Peninjauan Kembali (PK). Andaikan PK tidak ada, silakan laksanakan eksekusi. Oleh karena itu kami tetap pada prinsip awal kami, yaitu menunggu hasil PK keluar,” jelasnya.

Rum meminta agar upaya hukum yang dilaksanakan pihaknya dihargai.

“Jika tidak ada PK kami ajukan, silahkan melaksanakan eksekusi. Yang jelas sikap kami terhadap perkara ini masih menunggu hasil PK yang kami ajukan,” jelasnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.