Friday, 17 August, 2018 - 14:01

Bank Sulteng Siap Terapkan Transaksi Nontunai

TEKEN MOU - Penandatangan MOU antara Bank Sulteng bersama Pemerintah Provinsi Sulteng, kabupaten kota se Sulawesi Tengah tentang Pelaksaan Program Transaksi Nontunai di salah satu hotel di Palu, Kamis 21 Desember 2017. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Bank Sulteng bersama Pemerintah Provinsi Sulteng, pemerintah kabupaten kota se Sulawesi Tengah menyatakan kesiapannya melaksanakan program transaksi nontunai yang berlaku efektif mulai Januari 2018.

Kesiapan itu ditandai dengan penandatangan MoU oleh Gubernur Sulteng, bupati, walikota dan Direktur Utama Bank Sulteng sekaligus sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dilaksanakan di salah satu kota di Palu, Kamis 21 Desember 2017.

Direktur Utama Bank Sulteng Rahmat Abd Haris mengatakan, Transaksi Nontunai mulai berlaku efektif 1 Januari 2018.

“Pada tahun 2018 akan dilaksanakan untuk seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah baik itu seluruh pengeluaran dan pemasukan daerah,” kata Rahmat Abd Haris pada acara tersebut.

Rahmat Abd Haris menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai dan penandatangan MOU ini adalah untuk melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Penerapan Transaksi Nontunai yang mulai efektif 1 Januari 2018.

Langkah-langkah penerapan program transaksi nontunai ini juga sudah dikoordinasikan dengan pihak BPKP dan semua pihak yang memiliki Kepentingan dalam pelaksanaan program nasional ini.

“Selama ini juga sudah terdapat beberapa program Bank Sulteng dan Pemerintah Provinsi melaksanakan kegiatan transaksi non tunai seperti pembayaran pajak kendaraan bermotor, program E-Sidaat,” ungkapnya.

Menurutnya, program transaksi nontunai ini guna mendukung pencegahan tindak pidana korupsi dan juga memudahkan sistem akutansi keuangan pemerintah.

Sementara itu, sarana dan prasana yang dimiliki Bank Sulteng sudah siap menyukseskan progran nasional nontunai di Sulawesi Tengah. Saat ini Bank Sulteng telah memiliki total aset sebesar Rp5,7 triliun, dana yang dihimpun dari masyarakat sebesar Rp3,7 Triliun, dan kredit yang disalurkan sudah mencapai Rp2,9 triliun. Adapun laba bersih sudah mencapai Rp140 miliar.

Pelaksanaan proram tersebut juga didikung dengan sebaran layanan Bank sulteng yang sudah ada 157 titik layanan.

“Bank Sulteng sangat siap untuk melaksanakan program nontunai,” ungkapnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah Andi Sukri menyampaikan apresiasinya terhadap Bank Sulteng dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

”OJK sangat bangga kepada Gubernur dan Bank Sulteng yang sudah dapat menerapkan pelaksanaan program transaksi non tunai,” katanya.

OJK mengharapkan kiranya program ini dapat berjalan dengan baik karena program ini dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi juga dapat memudahkan pengasawan pelaksanaan transaksi perbankan dan juga memudahkan penatakelolaan keuangan.

Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi kepada Bank Sulteng yang telah dapat mengimplementasikan amanat Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan juga amanat Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Pelaksanaan Transaksi Nontunai Efektif berlaku mulai 1 Januari 2018 untuk seluruh transaksi keuangan daerah mulai dari sisi penerimaan dan pengeluaran.

Untuk itu kata Gubernur, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah akan melaksanakan program ini dengan baik sampai dengan bendahara instansi pemerintah daerah karena hal tersebut dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi juga dapat memudahkan penatakelolaan keuangan daerah .

Gubernur menyampaikan bahwa sesuai dengan amanat Menteri Dalam Negeri, pelaksanaan transaksi nontunai dilaksanakan secara bertahap kepada daerah yang belum memadai sarana dan prasarananya karena kepada daerah yang sarananya belum memadai dapat melaksanakan program ini sampai dengan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaannya dapat terpenuhi. Gubernur meminta komitmen dan keseriusan semua pihak dalam menyukseskan program ini.

Salah satu perwakilan pemerintah kabupaten yang hadir pada ksempatan itu adalah Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tolitoli Moh Asrul Bantilan yang mewakili Bupati Tolitoli. (zal/aco)


Editor : Udin Salim