Sunday, 22 July, 2018 - 12:46

Bantah Malapraktik, Dinas PPKB Sigi Siap Hadapi Hukum

Asrul Repadjori. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Sigi, menegaskan siap menghadapi proses hukum di Polda Sulteng,  terkait dugaan malapraktik pemasangan alat kontrasepsi spiral dilaporkan Samuel, warga Desa Lembantongoa, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, belum lama ini.

Kepala Dinas PPKB Sigi, Asrul Repadjori, kepada Metrosulawesi, Senin, 2 April 2018, mengatakan, adanya laporan suami Ibu Lin (Samuel) ke Polda Sulteng, maka Dinas PPKB Sigi tinggal menunggu siapa bakal di panggil pihak kepolisian.

“Sebagai warga negara yang baik, maka kami harus taat hukum. Namun jangan lupa, ketika kami (Dinas PPKB Sigi) dilaporkan tidak benar, maka kami akan menuntut balik dengan tuduhan pencemaran nama baik,” ungkap Kadis PPKB Sigi, yang ditemui di ruang kerjanya di Desa Lolu.

Asrul menambahkan, kegiatan bakti sosial pemasangan spiral saat itu diakui dihadirinya secara langsung di Puskesmas Lembantongoa. Sehingga dugaan malapraktik dituduhkan ke Dinas PPKB Sigi sama sekali tidak benar.

Hanya saja, kata dia, almarhuma Ibu Lin yang meninggal dunia usai dipasang alat spiral itu memiliki penyakit bawaan. Yang bersangkutan katanya, menderita penyakit jantung dan saat itu pula Ibu Lin sedang sakit gigi.

“Silakan kami dilaporkan ke Polda Sulteng, dan itu hak dari pihak keluarga. Kami hanya tidak menginginkan persoalan ini jadi perdebatan publik berkepanjangan,” terangnya.

Disinggung terkait tenaga medis dinilai bukan merupakan tenaga kesehatan di Puskesmas Lembantongoa. Sehingga kecenderungan malapraktik dikhawatirkan terjadi saat itu, Kepala Dinas PPKB Sigi, menanggapi tenaga medis dalam hal ini bidan diakuinya tidak terdaftar di Puskesmas Lembantongoa. Akan tetapi, tenaga kesehatan itu terdaftar di Dinas PPKB Sigi, dan bidan itu mempunyai sertifikat resmi melayani pemasangan spiral ini. Bahkan pemasangan spiral dilakukan di Puskesmas Lembantonga. Karena kegiatan KB gratis ini melibatkan puskesmas bersangkutan.

“Kemudian yang perlu diketahui, pemasangan spiral kepada Ibu Lin (Almarhumah) bukan pemasangan baru. Akan tetapi masanya spiral dicabut, dan hanya ulangan kembali,” pungkasnya.
 

Editor: Udin Salim