Saturday, 22 September, 2018 - 09:49

Bawaslu Poso Loloskan Dua Bacaleg Eks Koruptor

SIDANG - Suasana sidang ajudikasi di kantor Bawaslu Poso. (Foto: Ryan Darmawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah mengabulkan permohonan dua orang bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten Poso untuk Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.

Kedua pemohon bacaleg itu yakni Mathius Tungka dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) serta IdrusTadji dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sebelumnya kedua bacaleg itu telah menjalani sidang adjudikasi di Bawaslu Poso setelah pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Poso menyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai caleg berdasarkan PKPU No 20.

Sidang adjudikasi penyelesaian sengketa proses Pemilu dengan agenda pembacaan hasil putusan Bawaslu digelar di kantor Bawaslu Poso, Jalan Pulau Seram, Kelurahan Gebangrejo pada Rabu 5 September 2018 kemarin.

Sidang putusan sebelumnya diawali dengan pembacaan surat kesimpulan Pemohon dan Termohon hasil pelaksanaan sidang adjudikasi yang dipimpin langsung oleh ketua Bawaslu Poso, Abdul Malik Saleh bersama dua angggota komisioner Bawaslu lainya Christian A. Oruwo dan Helmi Mongi.

Dalam sidang putusan tersebut pihak Bawaslu Poso juga menghadirkan pihak termohon yang dihadiri langsung oleh ketua KPU Poso, Budiman Maliki bersama komisioner KPU Poso divisi perencanaan data dan teknis, Taufik Hidayat.

Sementara kedua pemohon masing-masing Matius Tungka dari partai PKPI dan Idrus Tadji partai PDIP juga hadir sekaligus mendengarkan hasil putusan yang dibacakan langsung oleh pihak Bawaslu Poso.

Dalam putusannya Bawaslu Poso mengabulkan seluruh permohonan pemohon dan memerintahkan kepada KPU Kabupaten Poso untuk memperbaiki Berita Acara (BA) No. 2375/PL.01.4-BA/7202/KPU-KAB/VIII/2018 dengan memasukan kembali bakal calon atas nama Matius Tungka dan Idrus Tadji kedalam Daftar Calon Sementara (DCS).

Usai pembacaan putusan, Bawaslu Poso kemudian memerintahkan kepada KPU Poso untuk melaksanakan putusan sidang adjudikasi paling lambat tiga hari setelah putusan tersebut dibacakan.

Sebelumnya kedua pemohon masing-masing  Matius Tungka dan Idrus Tadji digugurkan oleh pihak KPU Poso karena dinyatakan TMS yang bertentangan dengan PKPU Nomor 20 tahun 2018 tentang syarat pencalonan anggota DPR dan DPRD kabupaten.

Kedua termohon Matius Tungka diketahui terbukti secara hukum telah menjalani masa hukuman di rumah tahanan Poso atas kasus korupsi saat masih menjabat di kantor Dinas Nekertrans Kabupaten Poso.

Sedangkan Idrus Tadji merupakan mantan narapidana kasus korupsi atas penyelewengan dana Jaminan Hidup (Jadup) Bekal Hidup( Bedup) pasca konflik Poso beberapa tahun silam. 


Editor: Syamsu Rizal