Saturday, 22 September, 2018 - 05:19

Belasan Paskibraka Sulteng Terancam tak Berseragam

GLADI - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulteng saat mengikuti gladi di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Selasa, 14 Agustus 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Tengah, hingga saat ini, Selasa, 14 Agustus 2018, belum semua memiliki pakaian seragam untuk digunakan pada saat pengibaran 17 Agustus 2018 mendatang di halaman Kantor Gubernur Sulteng.

Demikian dikatakan Wakil Komandan Latihan (Wadanlat) Paskibraka Provinsi Sulteng, Ilham kepada Metrosulawesi saat mengikuti gladi kotor di Halaman Kantor Gubernur.

“Hingga saat ini adik-adik hampir semua belum memiliki seragam Paskibraka, disebabkan keterlamabatan dari pihak ketiga, selaku penanggungjawab pakaian Paskibraka yang akan digunakan para pengibar nanti,”  katanya.

Ilham mengungkapkan beberapa waktu lalu permasalahan tersebut telah dibahas pada rapat bersama Sekprov Sulteng Hidayat Lamakarate.

“Hasilnya, pihak ketiga diminta bertanggungjawab dan segera menyelesaikan pengadaan seragam tersebut paling lambat hari ini (kemarin-red), semua sudah harus selesai,” katanya.

“Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Sulteng sebagai PPTKnya dan pihak ketiga dalam hal ini Anugrah Sijaya harus bertanggungjawab terhadap pakaian atau kelengkapan para pasukan pengibar bendera,” tegas Ilham.   
 
Kata dia, dari 62 pasukan pengibar bendera pusaka provinsi, baru 44 orang yang memiliki seragam, sementara 18 pengibar lainnya belum memiliki seragam.

“Rata-rata seragam pengibar pria yang belum ada,” ungkapnya.

“Sebenarnya diawal itu semua seragam untuk digunakan para pengibar bendera bermasalah, baik itu putra maupun putri, tetapi seragam petugas putri ada tiga kali perbaikan, sehingga pakaian putri telah selesai,” ungkapnya.

Ilham berharap kedepannya, penyediaan kelengkapan khusus untuk Paskibraka Sulteng lebih baik lagi. Untuk Dispora Sulteng, dalam hal ini sebagai panitia pelaksana, agar lebih selektif dalam menunjuk pihak ketiga.

Sementara terkait kesiapan para pengibar, Ilham mengungkapkan mental maupun fisik para pengibar sudah siap, jika di presentasikan sudah mencapai 99 persen.

“Kami saat ini melaksanakan gladi kotor di halaman Kantor Gubernur Sulteng, setelah gladi mereka akan masuk karantina di salah satu hotel di Palu,” katanya.


Editor: M Yusuf Bj