Saturday, 25 November, 2017 - 10:12

Beli Harga Beras Petani Morowali di Bawah Harga Pasar, Legislator Soroti Praktik Bulog

Ahmad M Ali. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Bungku, Metrosulawesi.com - Anggota Komisi III DPR RI Ahmad M Ali mengecam tindakan aparatur pemerintah, yang diduga menekan petani untuk membeli harga beras petani di bawah harga pasar.

"Negara tidak boleh menggunakan praktik pemaksaan untuk pembelian beras petani Kabupaten Morowali di bawah harga," ujar Ahmad Ali saat dialog dengan warga Witaponda Kabupaten Morowali, Selasa 6 Desember 2016.

Menurut Ahmad Ali, negara harusnya memberikan jaminan harga pada petani, bukan menekan petani dengan membeli di bawah harga.

Di hadapan Ahmad Ali, perwakilan kelompok petani mengeluhkan praktik pembelian beras oleh Bulog yang dilakukan dengan menerapkan standar di bawah harga pasar.

"Kami mengeluh pak, kalau beras kami dibeli di bawah harga pasar. Apalagi Bulog kan tidak beli gabah. Sementara kami juga dilarang menjual gabah di luar daerah," ujar Tajin, petani Desa Laantula Jaya.

Menanggapi itu, Ahmad M Ali menilai jika tujuan Pemerintah untuk swasembada pangan dengan membeli beras petani itu baik. Tetapi kata Ali bukan dengan membeli di bawah harga.

"Swasembada semacam apa yang dipikirkan oleh kementeriaan pertanian dan pemerintah dengan memaksakan pembelian beras di bawah harga pasar. Itu penindasan, terhadap petani, itu bukan jalan keluar yang tepat untuk mengakhiri kesejahteraan petani," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Ali menegaskan akan segera menyikapi kasus ini pada tingkat Fraksi NasDem di DPRI RI.

"Hal semacam ini tidak bisa dibiarkan, negara harusnya memberikan perlindungan pada petani. Bukan dengan mengupayakan swasembada dengan menekan petani untuk menyerahkan berasnya dengan harga murah," urainya.

Pemerintah harus meninjau ulang kebijakan tersebut, karena dirinya khawatir ini hanya permainan pada tingkat rantai pasokan di tingat Bulog.

"Kami akan segera klarifikasi masalah ini pada Menteri Pertanian. Terutama evaluasi kinerja Bulog," tegasnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.