Tuesday, 23 May, 2017 - 05:29

Belikan Orangtua Honda BR-V, Dapat Honda HR-V

MENANG UNDIAN - Maksi Sirampun merangkul ayahnya Andarias R Sirampun setelah menerima hadiah undian mobil Honda HR-V di diler Honda Balindo Palu, Rabu 22 Maret 2017. (Foto : Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)

Maksi Sirampun, Warga Palu Pemenang Undian Mobil

SORE menjelang petang, 22 Desember 2016,  Andarias R Sirampun, pria 65 tahun itu kaget, tiba-tiba sebuah mobil baru Honda BR-V diantar ke rumahnya di Palu Selatan. Rupanya, Maksi Sirampun, anak sulungnya yang memberikan kejutan itu.

Beberapa hari kemudian, giliran Maksi Sirampun, sang anak yang diberi kejutan. Atas mobil yang dibeli seharga Rp 277 juta untuk orangtuanya itu, dia memenangkan hadiah undian satu unit mobil Honda HR-V seharga Rp399 juta. Bagaimana kisah ketulusan pemuda lajang ini berbakti pada orangtuanya? Berikut laporannya.

Siang itu, Sabtu 14 Januari 2017, Maksi Sirampun sedang istirahat tidur di rumahnya. Dia mengabaikan suara telepon yang terus berdering sejak pukul 12.00. Beberapa panggilan tak terjawab muncul di layar ponselnya.

Padahal, panggilan tak terjawab itu adalah telepon dari Jakarta yang hendak mengabarkan mengenai hadiah undian. Maksi, anak yang berbakti pada orangtua itu berhak atas satu unit mobil Honda HR-V Prestige. Mobil yang di Kota Palu harganya mencapai Rp399 juta.

Jika tak ada konfirmasi dari Maksi selaku pemenang, maka hadiah mobil itu akan berpindah tangan ke orang lain. Dianggap batal dan akan diundi kembali. Begitu aturan dalam pengundian yang digelar di Jakarta dan dihadiri pejabat berwenang.

Hadiah mobil Honda HR-V Prestige itu adalah program bertajuk “Honda Gebyar Akhir Tahun 2016” yang diselenggarakan PT Prospect Motor selaku main dealer mobil Honda di luar Pulau Jawa.

Maksi masuk dalam program undian itu setelah membeli Honda BR-V pada 22 Desember 2016 di diler Honda Balindo Palu, diler resmi mobil Honda di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dari pembelian itu, pemuda kelahiran Rantepao, Sulawesi Selatan ini secara otomatis diikutkan dalam program Honda Gebyar Akhir Tahun 2016.

Salah satu keuntungan pada program tersebut adalah setiap pembelian mobil Honda periode Juni-Desember 2016 berhak diikutkan undian satu unit mobil Honda Mobilio setiap bulan. Dan, pada akhir tahun, disediakan grand prize berupa satu unit Honda HR-V Prestige.

Undian itu berlaku untuk pembelian di seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah, kecuali Pulau Jawa. Maksi Sirampun, costumer dari Kota Palu yang beruntung memenangkan grand prize Honda HR-V Prestige itu.

Pihak Honda Balindo Palu selaku diler tak ingin hadiah yang telah diraih costumernya jatuh ke tangan orang lain. Pihak Balindo juga beberapa kali menghubungi ponsel Maksi Sirampun tapi tak bisa terhubung.

Sales Manager Honda Balindo Palu Ansar Basri Masse bergerak cepat. Dia memerintahkan seorang karyawannya mendatangi rumah Maksi Sirampun untuk menyampaikan soal hadiah undian tersebut. Sesuai alamat kartu tanda penduduk (KTP) yang disetor pada saat membeli mobil, pria beruntung itu beralamat di Jalan Pelita Air Permai, Palu Selatan.

Namun, Handrinal, sales marketing juga tak berhasil menemui Maksi Sirampun.

“Sampai akhirnya Pak Handrinal bertemu dengan ibu saya di gereja,” cerita Maksi Sirampun ditemui sesaat sebelum menerima hadiah secara simbolis di diler Honda Balindo Palu, Rabu 22 Maret 2017.

Singkat cerita, kabar gembira ini kemudian sampai ke telinga Maksi Sirampun. Awalnya, Maksi tak percaya begitu saja. Ada banyak kasus penipuan berkedok hadiah undian. Dalam benak, “Ah mungkin ini penipuan.”

Maksi baru benar-benar yakin setelah Sales Marketing Honda Balindo Palu, Hardinal meyakinkan soal hadiah itu. Semua berkas yang dipersyaratkan pun disiapkan. Unit mobil hadiah itu sudah tiba di diler Honda Balindo Palu untuk selanjutnya diserahkan pada Sabtu pekan ini.

Bakti pada orangtua

Maksi Sirampun membeli mobil BR-V seharga Rp277 juta di Honda Balindo Palu pada 22 Desember 2016. Mobil itu adalah sebagai tanda cinta sang anak kepada orangtua.

“Saya persembahkan sebagai bakti saya kepada kedua orangtua,” kata Maksi.

Maksi memang tak tinggal dengan orangtuanya. Dia merantau ke Provinsi Papua sejak tiga tahun lalu. Bekerja di perusahaan jasa konstruksi di provinsi paling timur Indonesia itu. Setiap tahun pulang ke Palu untuk menemui kedua orangtuanya dan seorang adiknya.

Saat pulang ke Palu pada Desember 2016, Maksi Sirampun diam-diam membelikan mobil orangtuanya. Dia meminta KTP ayahnya agar surat kendaraan yang dibelinya nanti tertulis atas nama ayahnya Andarias R Sirampun.

Saat ditanya alasan mengapa memilih mobil Honda untuk dihadiahkan pada orangtuanya, dia mengatakan, “Karena teknologinya canggih. Saya beli sesuatu bandingkan dulu, mana yang yang lebih nyaman. Saya baca dan tahu keunggulan Honda di internet. Akhirnya saya jatuhkan pilihan pada mobil Honda.”

Setelah test drive berkeliling Kota Palu dan merasakan sensasi berkendara Honda BR-V, dia kemudian memutuskan untuk membeli mobil itu. Kebetulan pada hari itu ada stok Honda BR-V. Mobil pun dibayar tunai. Sejumlah hadiah juga langsung diterima seperti kaca film dan karpet dasar.

Hari itu juga, sore menjelang petang, mobil diantar ke rumah orangtuanya. Ketika itu, baik ibu maupun ayahnya tak tahu bahwa anak sulungnya itu membeli mobil.

“Saya sangat senang,” kata Andarias R Sirampun, sang ayah yang bersama anaknya menerima hadiah secara simbolis di diler Honda Balindo Palu.

Tampak matanya berkaca-kaca saat menceritakan kejutan mobil dari anak sulungnya itu. Hasrat membeli mobil sudah sejak tiga tahun lalu. Saat itu, Andarias mengungkapkan keinginannya membeli mobil. Tapi, belum kesampaian. Andarias adalah pensiunan guru PNS tahun 2013. Terakhir menjadi guru teknik mesin produksi dan pengelasan di SMK Negeri 3 Palu. Sebelumnya, 12 tahun dia merantau ke Timor Timur (sekarang negara Timur Leste). Dia mengajar di SMK 2 Dili, di negara yang dulunya merupakan salah satu provinsi di Indonesia.

Tahun 1999, saat jajak pendapat dan menyatakan Timor Leste lepas dari Indonesia, Andarias pindah ke Palu, Sulawesi Tengah. Meski dalam kondisi ekonomi yang paspasan, sang ayah bertekad menyekolahkan anak sulungnya hingga lulus sarjana di Universitas Tadulako Palu.

“Kuliah di Teknik Sipil karena kemauan anak sendiri. Saya juga pikir kalau teknik sipil bisa bekerja di swasta. Soal biaya kuliah yang besar sudah saya dipikirkan,” katanya.

Maksi akhirnya meraih gelar sarjana teknik sipil Untad Palu pada Desember 2014. Tak menunggu lama, berbekal ijazah, Maksi merantau ke Papua pada Mei 2015.

“Tiga tahun saya pergi berusaha bagaimana caranya supaya kelak saya bisa membahagiakan orangtua saya yang telah membesarkan dan membiayai sekolah saya. Saya pamit berangkat ke Papua, saya cium kaki bapak dan mama,” sejenak Maksi terisak.

”Saya tinggalkan rumah, dan minta saya didoakan semoga berhasil.”

“Saya belum bisa kasih apa-apa selain ini,” lanjutnya.

Maksi juga mengajak kedua orang tuanya liburan ke Bali pada Februari 2017.

“Saya sadar betul bahwa saya tidak bisa jadi apa-apa kalau bukan karena orangtua saya. Dia kasih sekolah saya,” katanya dengan suara bergetar.

Kini, sudah dua unit mobil untuk keluarganya. Satu BR-V yang dibeli tunai Rp277 juta untuk ayahnya pada Desember 2016 dan satu lagi hadiah undian berupa HR-V yang justru lebih mahal yakni Rp399 juta.

“Sebenarnya sejak awal membeli saya tidak memikirkan soal hadiah itu. Yang terpikir ketika itu adalah bagaimana membelikan mobil untuk bapak dan ibu. BR-V ini adalah mobil pertama di keluarga kami,” katanya.

Meski kini ada dua mobil, tapi pria lajang ini belum berencana membawa salah satu dari mobil itu ke Papua.

“Di sana (Papua) sudah ada kendaraan kantor, ada motor saya pakai,” katanya.

Sementara sang ayah, Andarias juga tak pernah menuntut apa-apa dari anaknya. Dia selalu berdoa agar anaknya diberi kesehatan.

“Bisa mencari nafkah di Papua untuk dirinya sendiri. Saya sudah bersukur kalau anak saya kembali dengan sehat,” katanya.

Soal dua mobil yang kini dimilikinya, Andarias mengaku belum bisa bawa mobil.

”Masih harus belajar dulu.”

 

Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.