Monday, 23 April, 2018 - 12:42

Belum Ada Kejelasan dari Abu Tours

H Arifin. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Menindaklanjuti keluhan sejumlah calon jamaah umrah Abu Tours cabang Palu, yang beberapa waktu lalu meminta Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng untuk membantu dalam hal melakukan mediasi langsung ke Abu Tour Makassar. Ternyata pertemuan antara Kemenag Sulteng dengan pihak Abu Tours Makassar belum memberikan hasil yang memuaskan.
 
Kepala Seksi Sistem Informasi Haji, Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah H Arifin mengungkapkan, kepergiannya ke Abu Tours Makassar tidak sempat menemui kepala kantor Abu Tours Makassar karena pimpinan dan menajernya tidak berada di tempat.

“Saya hanya bertemu dengan bagian oprasionalnya, dengan menyampaikan surat bahwa hari ini (kemarin-red) kami dari Kemenag Sulteng meminta siapapun perwakilan yang ditunjuk oleh Abu Tours Makassar, untuk memberikan klarifikasi di Kanwil Kemenag Sulteng ataupun memberikan tangapan terkait dengan surat yang kami berikan. Namun tidak ada balasan, baik itu melalui ponsel dan balasan surat,” jelas H Arifin.

Solusi untuk penanganan sejumlah jamaah umrah kata Arifin, pihak Abu Tours tetap berdasarkan Maklumat yang mereka keluarkan.

Sementara kata Arifin, salah satu jamaah belum lama ini menghubunginya dengan meminta dokumen aslinya agar dikembalikan mulai dari Paspor, KTP, Akte Kelahiran dan Akte Nikah yang saat ini masih berada dengan pihak Abu Tours Cabang Palu.

“Tetapi alasan dari Abu Tours bahwa dokumen itu mereka tahan, sementara untuk paspor para jamaah kata Abu Tour sudah berada di Jakarta dalam proses pemvisaan, sementara jamaah ingin ada kepastian jika memang diberangkatkan agar diberikan jadwal pemberangkatan, jika informasi itu hanya melalui ponsel dan lainya mereka tidak mau terima, harus resmi secara hukum,” kata Arifin.

Selain itu, di Makassar kata Arifin, pihak kepolisianya sudah membuka pos pengaduan masyarakat terhadap kasus Abu Tours, tetapi belum ada yang mengadu, karena solusi yang ditawarkan kepada jamaah untuk mengadukan ke pihak polisi.

“Para jamaah tidak mau karena jika persoalanya sudah di tangan polisi berarti sudah menempuh jalur hukum, misalnya di proses akhirnya Abu Tours di bekukkan izin oprasionalnya dinyatakan failed uang tidak kembali dan orangnya tidak berangkat. Makanya mereka ingin tetap dimediasi dan pengakuan salah satu jamaah kepada saya, bahwa Abu Tours tetap memberangkatkan namun jadwal pemberangaktan belum mereka sampaikan,” ungkap Arifin.

Intinya kata Arifin, belum ada kejelasan dari Abu Tours, namun keterangan dari salah satu jamaah yang menghubunginya dalam waktu dekat Abu Tours dari Makassar akan berangkatan sekitar 700 orang, tetapi jamaah tersebut belum ketahui juga betul atau tidak, karena informasi yang didapatkannya melalui keterangan melalui ponsel. 
 
“Dalam salah satu isi Maklumat, mereka ingin jamaah itu jika ingin berangkat mencari dua orang jamaah lainya, agar jamaah tersebut didorong untuk berangkat. Jika jamaah tersebut tidak mendapatkan dua orang, maka jamaah itu membayar Rp 15 juta baru bisa diberangkatkan. Nah, ini agak berat, bagi saya jamaah yang mencari itu tidak mungkin orang lain mau, karena jamaah lain tau kalau ini bermasalah, kemudian jamaah yang akan menambah Rp 15 juta ini keberatan dengan nilai itu, karena tidak sesuai dengan perjanjian di awal,” imbuh Arifin.

Menurut Arifin, secara administrasi Abu Tours ini tidak bermasalah, mereka memiliki izin oprasional, namun ini internal mereka soal pengelolaan.

“Untuk Sulteng kami meminta kemarin kiranya bisa melaporkan kantor Abu Tours ke kami, untuk diferivikasi agar kami proses membuka perwakilan di Sulteng, tetapi sekarang ini kami tidak proses, karena ada pergantian pimpinan, jadi kami ingin siapa pimpinan yang bertangung jawab jika ada pembukaan cabang, agar jika ada masalah kami gampang menghubungi. Tetapi dengan adanya permasalahan ini siapapun pimpinan jelas kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk operasi itu, karena masih bermasalah,” ujarnya.

Kata Arifin, peluang untuk pengembalian dana jamaah dari Abu Tours masih kecil kemungkinan, karena nilainya cukup banyak. Sesuai keterangan dari salah satu jamaah, bahwa sekitar 1000 lebih jamaah umrah dari Sulteng tahun lalu mengikuti manasik di Hotel Mercure.

Menurutnya, kemungkinan dari 1000 lebih jamaah umrah itu, ada yang sudah diberangkatkan karena manasiknya tahun lalu. Namun para jamaah tidak mengetahui datanya karena tidak ada list dari Abu Tours.   


Editor: Udin Salim