Friday, 21 July, 2017 - 19:00

Bensin Botolan Masih Bertebaran di Depan SPBU Morut

SPBU Beteleme di depannya tampak penjual bensin botolan. (Foto : Alekson W/ Metrosulawesi)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Upaya Polda Sulteng menertibkan menjamurnya peredaran bensin botolan yang beroperasi di depan SPBU di Kabupaten Morowali Utara ternyata sia-sia belaka. Saat ini pengadu nasib meraup keuntungan Rp.1000/ botol tetap menjalankan aksi penjualan mengandalkan izin rekomendasi dari desa mengetahui camat setempat.

Sebelumnya Polda Sulteng juga telah memanggil lima karyawan dan penanggung jawab SPBU Beteleme Kecamatan Lembo Kabupaten Morowali Utara terkait habisnya bahan bakar minyak si SPBU tersebut. Warga terpaksa membeli bensin botolan yang tersedia di depan SPBU yang tidak diizinkan pemerintah setempat.

Penanggung jawab SPBU Beteleme, Jhon Marsin belum lama ini mengatakan telah memenuhi panggilan di Polda Sulteng sekaitan banyaknya beredar penjualan bensin botolan yang menggunakan izin rekomendasi dari desa mengetahui camat setempat ditolak oleh Polda Sulteng karena harus izin dikeluarkan oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang berwenang.

Jhon Marsin juga mengaku atas dasar panggilan ini pihaknya dilarang melayani pembeli bensin jeriken dengan menggunakan rekomendasi kepala desa mengetahui camat setempat. Namun mereka menggunakan mobil atau motor yang tangkinya besar lalu disedot kembali untuk dijual, bagaimana hal ini kami bisa melarang, ungkap Jhon Marsin.

Beny sendiri sudah mencoba mengurus izin dari Pemda setempat, namun setelah melihat persyaratan dipenuhi sangat rumit malah ia kembali dengan jualan seperti biasa mengandalkan rekomendasi dari desa dan mengetahui camat setempat, ujar Beny.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.