Wednesday, 19 September, 2018 - 19:38

Beras Ranstra Kuning dan Kurang 1 Kg, Bulog Sulteng Siap Bertanggung Jawab

Parimo, Metrosulawesi.com - Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Azis Tombolotutu mengungkapkan, menemukan dugaan kecurangan dalam penyaluran beras prasejahtera (ranstra) di sejumlah desa di Kecamatan Tinombo, Parimo.

Kecurangan tersebut berupa timbangan yang tak cukup atau kurang satu kilogram. Selain itu, ditemukan pula beras yang berwarna kuning atau rendah kulaitas.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Azis mengatakan, dugaan kecurangan tersebut terungkap saat ia meninjau langsung penyaluran beras Ransra di Kecamatan Tinombo, Parimo, Selasa 27 Maret lalu.

Dia menjelaskan, saat itu melakukan penimbangan dan melihat kualitas beras saat pihak Bulog menurunkan ribuan karung beras di rumah Kepala Desa Ogoalas Kecamatan Tinombo. Mengejutkan, saat dilakukan penimbangan, dengan mengambil sampel sebanyak 10 karung beras, beratnya kurang, dari berat bersih yang sudah ditentukan.

"Dari yang ditentukan sebanyak 10 kilo per karung ternyata hanya 9 kilo per karung yang disalurkan oleh Bulog, ini pelanggaran," tutur Aziz, Jumat 6 April 2018.

Lanjut Aziz, ketika dilakukan pemeriksaan kualitas beras, ternyata beras yang disalurkan tampak berwarna kuning, atau dengan kata lain masuk dalam kualitas rendah.

Tak sampai disitu. Setelah melakukan peninjauan di Desa Ogoalas, Azis kemudian menuju ke kediaman Kepala Desa Patingke yang juga masih di wilayah Kecamatan Tinombo. Hal yang sama pun ditemukan Aziz, dengan metode pengambilan sampel yang sama.

"Dari dua desa dengan total 20 karung beras yang dijadikan sampel, dapat diduga terjadi kecurangan dalam penyaluran beras Ranstra untuk bulan ini," terangnya.

Aziz mengatakan, dari total 147 keluarga penerima manfaat (KPM), atau setara dengan 1.470 kilogram beras, hanya 146 KPM atau setara 1.460 kilogram beras, yang diserahkan pihak Bulog kepada Desa Patingke.

Adapun untuk Desa Ogoalas tercatat sebanyak 524 KPM atau setara dengan 5.240 kg beras Ransra.

Diketahui, pada setiap bulannya, tercatat sebanyak 31.640 kilogram beras Ransra yang harus disalurkan kepada 3.164 KPM untuk Kecamatan Tinombo.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng), Qhosim, yang dikonfirmasi melalui ponselnya baru-baru ini mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya akan bertanggung jawab mengganti rugi kekurangan pada timbangan tersebut.

Ia menegaskan, meski kesalahan tersebut terletak pada buruh saat melakukan pengantaran beras Ransra, namun pihaknya tetap akan bertanggung jawab.

"Dari gudang, beras itu full sesuai timbangan sebenarnya, bisa datang cek sendiri, kesalahan itu dari buruh di gudang, walaupun demikian, kami tetap akan bertanggung jawab," pungkasnya.


Editor: Syamsu Rizal