Saturday, 22 September, 2018 - 09:43

Berkas Penyidikan Lengkap, Tete Jago Diserahkan ke Kejaksaan Tolitoli

Tersangka kasus Penyekapan dan pencabulan anak dibawah umur, Tete Jago.(Foto: Ist)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Kejaksaan Negeri Tolitoli menyatakan bahwa berkas penyidikan perkara pidana dengan tersangka Jago alias Tete Jago (83), yang dituduh menyekap anak gadis di bawah umur selama 15 tahun, telah dinyatakan lengkap alias P21.

Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy melalui telefon, Senin 10 September 2018 mengatakan bahwa, sesuai dengan surat yang pihaknya terima dari Kajari Tolitoli Suhardjono, SH, yang menyatakan bahwa hasil penyelidikan yang di lakukan oleh pihak Polres Tolitoli, sudah dinyatakan lengkap, atau P21.

“Setelah dilakukan penelitian, ternyata hasil penyidikan yang dilakukan Polres Tolitoli, terhadap tersangka sudah lengkap,” ungkap Kapolres Tolitoli, membacakan surat dari Kajari Tolitoli.

M Iqbal menambahakan, selanjutnya pihak Kejaksaan Tolitoli meminta kepada kami untuk segera menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti, kepada penyidik Kejari sesuai ketentuan berlaku, untuk menentukan apakah perkara tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk diajukan ke pengadilan.

“Karena sudah lengkap, maka kami dimintakan segera menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti, kepada penyidik Kejari Tolitoli,” ucapnya.

Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy juga menambahkan bahwa tersangka Om Jago yang kini dalam kondisi sehat beserta barang bukti pidana tersebut direncanakan akan diserahkan (tahap II) kepada penyidik kejaksaan, pada Jumat 7 September 2018.

“Alhamdulillah, berkas penyidikan kurang dari 1 bulan sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa, Tete Jago dikenakan Pasal berlapis. Pasal 328 KUHP jo Pasal 83 jo 81 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman Hukuman 15 tahun Penjara,” jelasnya.

Seperti yang di beritakan sebelumnya, bahwa pihak Polres Tolitoli telah menetapkan Om Jago (83) sebagai tersangka atas penyekapan dan persetubuhan di bawah umur, terhadap seorang anak perempuan bernama Has (28), yang dilakukannya selama 15 tahun di salah satu gua batu di Desa Bajugan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.


Editor: Syamsu Rizal