Tuesday, 22 May, 2018 - 04:47

Bersatu Melawan Terorisme

MELAWAN TERORISME - Suasana dialog sejumlah elemen Pemuda bersama tokoh-tokoh umat Katolik Paroki Santa Maria Palu pada Selasa, 15 Mei 2018. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Gerakan Pemuda Ansor Sulteng bersama elemen Pemuda lintas agama mendatangi sejumlah rumah ibadah di Kota Palu pada Selasa,15 Mei. Diantaranya, Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Emanuel Palu, Gereja Katolik Paroki Santa Maria Palu dan Vihara.

Muhamad Kaharu selaku pimpinan rombongan Pemuda dalam silaturahmi itu mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan ke sejumlah rumah ibadah ini terutama untuk menemukan pimpinan umat masing-masing agama tersebut untuk meningkatkan silaturahmi sekaligus memberikan komitmen kepada pimpinan agama Katolik, Kristen, Budha dan Hindu bahwa, kami ada bersama saudara-saudara, apapun agamamu. Kami, kita lawan bersama terorisme.

"Kami datang untuk memberikan dukungan, menyatakan komitmen, bahwa kami lawan terorisme, kami siap menjaga rumah-rumah ibadah di Palu. Mari kita bergandengan tangan lawan terorisme," tegasnya.

Ia mengatakan, silaturahmi ke tokoh-tokoh agama juga ingin mengajak mereka untuk bersama-sama melakukan kampanye lawan terorisme yang dilaksanakan pada Selasa, 15 Mei sekitar pukul 20.00 Wita sampai selesai. Melalui momentum ini juga kita membangun kekuatan bersama sesama anak bangsa untuk merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami menyatakan sikap bahwa keluarga Nasrani, Hindu, Budha yang ada di Sulteng tidak berdiri sendiri. Kita bahu membahu, komitmen untuk merawat NKRI," kata Ashar Yahya yang juga hadir dalam silaturahmi tersebut.

Sementara itu, pimpinan GKST Emanuel Palu mengatakan, pada prinsipnya kami sangat mengucapkan terima kasih atas gagasan dan gerakan yang dilakukan oleh pemuda ini.

Hal senada juga saat berkunjung ke Gereja Katolik Paroki Santa Maria Palu. Bahwasannya, tokoh agama Katolik yang di wakili oleh Frater Valerius mengatakan, pertama-tama mengucapkam turut berduka cita kepada pelaku dan korban aksi terorisme di sejumlah Gereja di Surabaya, Mapolres Surabaya dan Mako Brimob. Harapan kami kata Valerius, kita yang ada ini, rekan-rekan pemuda yang yang ingin melakukan aksi melawan terorisme ini menjadi penangkal, perisai utk menangkal aksi  terorisme di Indonesia ini. Kalau kita hanya limpahkan kepada Pemerintah dalam hal ini Polri dan TNI, dirinya yakin tidak mampu menunpaskan gerakan tersebut.

"Kita harus kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Pemerintah memberantas aksi terorisme ini," ujarnya. 


Editor: Udin Salim