Friday, 23 June, 2017 - 00:33

BERWISATA KE PARIGI MOUTONG - Dari Air Terjun, Pantai Kucing, Hingga Pulau Kelelawar

Air Terjun Njinea. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki perpaduan serasi antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan sejarah yang panjang, yang sangat menarik untuk diketahui, dipelajari, dan tentu saja untuk dikunjungi sebagai tempat wisata.

Salah satu daerah yang memiliki sejuta keindahan alam dan budaya yang pantas untuk dikunjungi sebagai tujuan wisata adalah Kabupaten Parigi Moutong. Daerah ini memiliki banyak tujuan wisata alam maupun wisata budaya yang belum banyak terekspose oleh khalayak umum.

Banyak keindahan alam yang tersimpan di salah satu Kabupaten dengan penghasilan kakaonya yang terkenal ini.

Berikut ini Metrosulawesi telah rangkum berdasarkan pantauan dan dikutip dari berbagai sumber tempat-tempat wisata di Parigi Moutong yang dapat anda jadikan referensi tempat berlibur akhir pekan bersama keluarga.

1. Air Terjun “Njinea”

Air terjun ini terletak di Desa Sakina Jaya, yang sebelumnya desa tersebut adalah pecahan dari Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara Kabupaten Parigi Moutong.

Bagi para Pecinta Alam di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, air terjun ini bukan merupakan hal baru lagi.  Sayangnya air terjun Njinea belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat, dan hingga kini potensi wisata alam ini terbiarkan begitu saja. Yang menghawatirkan adalah terjadinya kerusakan disekitar air terjun tersebut yang menyebabkan kurangnya debit air, oleh karena perambahan hutan di daerah sekitar, tentunya mempengaruhi rusaknya keindahan di sekitar lokasi air terjun 12 tingkat tersebut.

Apabila menelusuri disetiap tingkat dari Air terjun Njinea kita dapat melihat kemewahan desain Sang Maha Pencipta terlihat disana, yang disetiap tingkatan dikelilingi bebatuan cadas berwarna hitam, dan setiap tingkatan juga terdapat kolam-kolam, namun kolam-kolam tersebut saat ini tertimbun pasir, oleh karena kiriman dari aliran sungai dibagian atas air terjun tersebut sehingga terjadinya pendangkalan.  Hal ini terjadi dapat diperkirakan akibat dari kerusakan pada daerah daerah aliran sungai (DAS) yang berada disepanjang aliran sungai Njinea.

Dari Ibu Kota Palu, perjalanan ditempuh sekitar 60 kilometer, sedangkan jarak dari jalan trans sulawesi menuju tempat wisata air terjun Njinea membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam dengan berjalan kaki.  Saat ini waktu tempuh sudah lebih mudah, karena setengah dari jalan menuju lokasi sudah dapat ditempuh dengan menggunakan roda dua, sehingga perjalanan sudah lebih singkat dengan memakan waktu 1 setengah jam saja.  Dalam perjalanan menuju lokasi kita akan menyusuri hutan dan sering menjumpai anak sungai.

2. Pantai Kucing

Pantai kucing tepatnya berada di desa Marantale, kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pantai ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata bagi anda yang tinggal di wilayah terdekat seperti Poso, Parigi dan Palu.

Pantai ini menyuguhkan keindahan yang luar biasa, baik dari segi view, pasir putih yang halus, vegetasi laut yang menarik, hingga terumbu karang yang terjaga dengan baik. Di Pantai ini telah dibangun resort. Resort ini juga memiliki dive center yang merupakan  satu-satunya di Parigi Moutong. Biasanya bila anda ingin snorkeling atau diving di wilayah Parigi Moutong memang harus melalui resort ini. Bila ingin menginap di resort ini anda cukup merogoh kocek sebesar 750 ribu rupiah per malam. Sudah termasuk sarapan pagi. Makan siang dan makan malam tak ditanggung. Biasanya pemilik penginapan bisa menyediakan makan siang dan makan malam dengan harga 30 ribu rupiah sekali makan. Disini juga telah dibangun dermaga dengan jembatan panjang menjorok ke pantai. Jembatan ini sangat membantu bagi para pengunjung yang akan snorkeling di sekitar pantai ini. sangat cocok untuk foto-foto atau sekedar duduk-duduk menikmati udara pantai.

Untuk masuk ke area pantai ini para pengunjung harus membayar tiket 5 ribu rupiah satu orang. Menuju pantai kucing tak sulit, dari Palu anda bisa sewa mobil ke pantai kucing ini. Biasanya biayanya sekitar 500 ribu rupiah. Untuk rombongan mungkin sewa mobil bisa lebih nyaman. Namun bila anda datang hanya berdua atau dalam rombongan kecil, bisa naik taksi (istilah untuk travel) dari terminal. Biayanya juga lebih murah, satu orang 50 ribu rupiah dan diantar sampai pantai ini. Dengan perjalanan sampai ke tempat ini sekitar 2 jam.

3. Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa merupakan potensi wisata dunia, yang ada di Sulawesi Tengah tepatnya berada di Kabupaten Parigi Moutong, tepatnya di Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan. Sehingga dari dahulu  keberadaan tugu tersebut sudah banyak di kunjungi para wisatawan dari lokal, nasional maupun mancanegara.

Ada hal yang menarik yang anda dapatkan jika kita berkunjung ke objek wisata ini, dimana kita dapat merasakan fenomena alam yang unik, di mana saat equinox yang jatuh setiap tanggal 21 Maret dan 23 September, jarum yang diletakkan di botol di titik nol akan melayang. Kapan saja Anda berkunjung, Anda dapat mencoba meletakkan telur ayam di titik nol dan melihatnya berdiri tegak tanpa tergulir.

4. Pulau Kelelawar

Salah satu objek wisata bahari yang cukup mempesona di Kabupaten Parigi Moutong adalah Pulau Kelelawar, Pulau ini terdapat di teluk Tomini tepatnya di desa Tomoli Kecamatan Toribulu dengan jarak lebih kurang 60 Kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 sampai 3 Jam dari kota Parigi, dari pantai ke pulau dapat ditempuh dengan menggunakan perahu bermesin yang disewakan oleh masyarakat setempat dengan tarif yang terjangkau dan bisa dinegosiasikan, membutuhkan waktu kurang lebih  10 menit.

Dari Kota Palu, berjarak sekitar 97 kilometer arah timur laut.  Pulau seluas kurang lebih 10 hektar ini diapit oleh dua tanjung hutan bakau yang menyerupai pintu gerbang masuk menuju pulau ini, keunikan obyek wisata yang satu ini adalah merupakan tempat berkembang biaknya beberapa jenis kelelawar yang diantaranya berwarna kuning, coklat dan hitam.

Pemandangan yang fenomenal akan anda saksikan saat senja, dimana ribuan kelelawar akan beterbangan di sekitar pulau ini yang nyaris menutupi langit setempat. Pulau ini juga memiliki pasir putih yang indah, sangat menyenangkan untuk berenang dan menyelam disekitar pulau ini. Anda juga bisa melakukan berbagai kegiatan lain seperti berperahu di sekitar pulau atau memancing ikan.

Di sini kita juga akan menemukan nelayan-nelayan tradisional yang tentu saja hasil tangkapannya dapat anda beli dengan harga yang cukup murah. Bagi para pencinta dan peneliti, pulau ini rasanya sangat tepat untuk penelitian hewan kelelawar. Untuk menuju Pulau Kelelawar, pengunjung dapat memanfaatkan jasa angkutan motor tempel yang disediakan oleh penduduk setempat, dengan tarif sewa Rp 10.000 per orang. Waktu tempuhnya hanya sekitar 10-15 menit perjalanan.

5. Wisata Budaya di Sou Raja Tinombo

Salah satu referensi wisata budaya yang dapat anda kunjungi adalah Sou Raja atau  Istana Raja Tinombo. Istana ini dibangun oleh Pemerintah Belanda pada masa Pemerintahan Raja Tombolotutu pada tahun 1930. Bangunan ini terdiri dari atas bangunan induk dengan luas 15,5 x 12,5 meter dan dapur dengan luas 14,5 x 5,5 meter serta memiliki halaman dengan luas 90 x 80 meter. Bangunan ini pernah dipugar dan dirawat oleh ahli waris. Di istana yang berarsitektur Cina ini juga terdapat rumah adat Tinombo di Desa Dusunan. Setiap tahun, wisatawan dapat menyaksikan syukuran panen Suku Lauje.

6. Objek Lainnya

Selain lima tempat wisata tersebut, masih banyak lagi tujuan wisata yang bisa anda kunjungi di Parigi Moutong, diantaranya, Pantai Sidoan, Air Panas Sidoan dan Air Terjun Sidoan yang kesemuanya berlokasi di Kecamatan Sidoan, kemudian ada Air Terjun Ogomojolo, Pulau Ogotion, Gunung Tinombala, dan Gua Tingkulang yang berlokasi di  Kecamatan Tomini, selanjutnya Pulau Ongka, Pasir Putih Santigi, Pulau Mandora, Pulau Moian, Pasir Putih Sibatang, Pulau Solaya, Dagat Dede (Pulau Kecil), Danau Bolano Sau dan Danau Dako yang berlokasi di Kecamatan Moutong.

Menjelang libur akhir tahun, daerah ini bisa anda jadikan salah satu tujuan wisata bersama keluarga. Saat berkunjung ke Parigi Moutong, anda juga bisa menikmati makanan khas di daerah tersebut yang biasanya dikenal dengan sebutan Lalampa Toboli, jenis makanan berbahan dasar beras ketan dibungkus daun pisang dengan isi semacam abon. Jenis makanan ini disajikan dengan dibakar, dijamin rasanya lezat, harganya pun sangat murah, Rp 2.000 per bungkus. Lalampa bisa ditemui di hampir sepanjang jalan di Desa Toboli. Biasanya orang yang berkunjung ke Parigi Moutong menyempatkan diri menikmati Lalampa sebelum memasuki dan meninggalkan Kabupaten Parigi menuju Kota Palu.


Editor : Tahmil Burhanudin Hasan

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.