Monday, 28 May, 2018 - 03:18

BI: Tak Ada Transaksi Yuan di Morowali

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Miyono. (Foto : Metrosulawesi)

Siapkan Kas Titipan Via Bank Sulteng

Palu, Metrosulawesi.com - Sempat menjadi isyu nasional, transaksi menggunakan mata uang negeri tiongkok, yuan, jadi salah satu agenda penting Bank indonesia perwakilan Sulteng dalam kunjungannya ke Morowali akhir 2017 lalu.

Tak bisa dipungkiri perekonomian Morowali meningkat pesat utamanya di sektor industri dalam sedekade belakangan. Peningkatan pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB)  Morowali rata-rata mencapai 29% dalam kurun 2010-2016. 2014, PDRB Morowali tercatat senilai Rp7,5 triliun dan meningkat menjadi Rp14,6 triliun pada 2017 lalu. Diprediksi, PDRB Morowali bisa berada di angka Rp48,3 triliun dalam 5 tahun kedapan.

Imbasnya, PDRB Sulawesi Tengah tercatat tumbuh dari Rp71,6 triliun pada 2014 menjadi Rp91,1 triliun. Pada 2020, PDRB provinsi ini diproyeksikan mencapai Rp190,20 triliun dengan sumbangan dari sektor industri sebesar 35,12%.

“Makanya ini menjadi perhatian penting kami untuk memastikan bahwa di Morowali hanya ada rupiah sebagai alat transaksi resmi,” ungkap Miyono Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng.

Selama di Morowali, tepatnya di kota Bungku, Miyono memastikan tak ada transaksi resmi yang menggunakan mata uang yuan. Jika ada, tentu akan menyalahi Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 17/11/DKSP tanggal 1 Juni 2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI.

Menurutnya sudah diatur oleh perusahaan tempat tenaga asing itu bekerja, gaji inti mereka tetap berupa yuan tetapi di transfer ke negara asal atau China. Sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari di Morowali, tetap dicairkan dalam bentuk rupiah.

Konon, sempat dikabarkan penggunaan mata uang yuan dilakukan memang bukan di wilayah utama seperti Bungku tetapi lebih di daerah pinggiran. Itupun karena keterbatasan rupiah.

“Saya pastikan hal itu (transaksi yuan) tak ada di Morowali. Makanya, untuk menghindarinya, BI punya strateginya,” kata Miyono.

Mendukung agar proses transaksi dan penggunaan rupiah tetap lancar dan terkendali, BI perwakilan Sulteng menyiapkan operasional kas titipan di Morowali dengan menggandeng Bank Sulteng. 

“Kas titipan ini menjadi yang ke-114 secara nasional dan ke-5 di Sulteng,” sebutnya.

Lewat kas titipan ini juga Miyono memastikan pergerakan perekonomian di wilayah dengan potensi manufaktur tinggi itu, bisa ter-cover meski dalam jumlah plafond tinggi.

“Agar stabil, dalam prosesnya tetap dilakukan pengawasan oleh BI,” katanya.

Tags: