Saturday, 22 September, 2018 - 05:25

Blokade Perusahaan Sawit Dibuka Hingga 31 Maret

Kolonodale, Metrosulawesi.com – Blokade jalan keluar-masuk perusahaan kelapa sawit yang dilakukan penduduk lokal selama ini akhirnya dibuka untuk sementara. Berdasarkan permintaan Bupati Morowali Utara (Morut), Haris Renggah, blokade itu dibuka hingga 31 Maret mendatang.

Lima desa di Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morut yakni Desa Tomata, Gontara, Londi, Taende dan Ensa, selama ini memblokade pintu perusahaan kelapa sawit PT Timur Jaya Indo Makmur karena perusahaan itu ingkar janji dan tidak memperhatikan masyarakat sekitar.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Mori Atas, Drs Noven Manantuda, di sela-sela pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Gedung Morokoa Kolonodale, mengungkapkan bahwa Selasa (17/3) lalu masyarakat Desa Tomata membuka palang pintu yang direncanakan akan dibuat permanen. Warga di lima desa itu bahklan berencana untuk mengambil alih perusahaan itu karena tuntutan para petani plasma selama ini tidak dikabulkan pihak perusahaan.

Dibukanya blokade pintu masuk ke areal PT Timur Jaya Indo Makmur itu sesuai permintaan bupati melalui surat tertanggal 10 Maret 2015. Surat itu terlambat diterima masyarakat. Surat itu intinya meminta kesempatan sampai tanggal 31 Maret kepada perusahaan untuk menjawab atau merekomendasikan tuntutan warga di lima desa untuk mengembalikan lahan plasma di masing-masing desa.

Penutupan pintu masuk ke perusahaan itu karena pihak PT Timur Jaya Indo Makmur mengambil keputusan menempatkan lahan plasma untuk masyarakat di lima desa ini dalam satu hamparan di Desa Tomui Karya yang jaraknya puluhan kilometer dari desa mereka. Pihak perusahaan beralasan memegang rekomendasi dari desa dan camat yang intinya telah menyetujui satu hamparan di Desa Tomui Karya.

Sebaliknya, warga di lima desa itu tetap bertahan dan tidak mau tahu adanya rekomendasi dari desa dan camat karena keputusan itu dinilai sepihak. Masyarakat tetap memegang bahasa Kadis Pertanian Morowali (saat itu) Martson Lagarense saat sosialisasi masuknya perusahaan tersebut, bahwa lahan masyarakat yang ditanami oleh perusahaan sawit PT Timur Jaya Indo Makmur, di situ juga lahan plasma yang akan ditanami masyarakat setempat. Artinya, lahan plasma itu bukan di desa lain, apalagi jauh dari kampung mereka.