Tuesday, 21 November, 2017 - 07:12

BNN Palu Pantau Pengguna Rokok Elektrik

ILUSTRASI - Pengguna rokok elektrik. (Foto : Google image)

BAHAYA ROKOK ELEKTRIK
  • Propilen Glikol: Senyawa kimia yang pada rokok elekrik kandungannya melebihi ambang batas normal.
  • Logam: Menyebabkan kerusakan pada paru-paru.
  • Karbonil: Menyebabkan kanker.
  • Perwana Kimia.
  • Perasa Kimia.
  • Nikotin: Memberikan efek candu.

Bisa Disalahgunakan Pecandu Narkoba

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu memantau pengguna rokok elektrik (vapor). Pasalnya, rokok elektrik itu disebut berpotensi disalahgunakan oleh para pecandu narkoba. Karena belum ada regulasi yang mengatur, sehingga pihak badan anti narkotika itu masih melakukan pemantauan saja.

Kepala BNN Kota Palu Sahidi menyebut rokok elektrik yang menggunakan cairan dan dapat dimodifikasi itu bisa jadi digunakan oleh para pengguna narkoba. Meski pihaknya belum menemukan bukti atau indikasi adanya pengguna narkotika menggunakan rokok elektrik ini, namun ia mengaku akan terus memantau.

“Rokok elektrik itu mungkin aman, tapi oleh si pengguna bisa saja dimodifikasi dengan menggunakan kandungan zat yang membahayakan. Bisa jadi cairannya itu dicampur dengan zat-zat narkotika. Apalagi sekarang sudah ditemukan juga ada jenis narkotika baru dalam bentuk cair,” ujar Kepala BNN Kota Palu, Senin 20 Maret 2017.

Sehingga, rokok elektrik atau yang lebih dikenal sebagian orang dengan sebutan vapor itu berpotensi disalahgunakan oleh para pengguna narkoba.

“Sangat berpeluang bisa digunakan untuk narkotika. Cuma memang belum ada payung hukum yang bisa kita gunakan untuk rokok elektrik ini. Tapi kami tetap pantau terus,” katanya.

Meski pihaknya belum menemukan adanya kasus pengguna narkoba menggunakan rokok elektrik tersebut, namun ia mengaku pihaknya terus memantau. “Siapa tahu nanti ditemukan ada penyalahgunaan narkotika menggunakan rokok elektrik itu,” tutur Sahidi.

Jika benar rokok elektrik tersebut dapat digunakan oleh pengguna narkotika, bahayanya akan lebih besar lagi. Sebab, kata Sahidi, rokok elektrik yang mengeluarkan asap lebih banyak akan berdampak juga kepada orang sekitarnya.

“Itu rokok elektrik asapnya kan mengepul, jelas kalau ada kandungan zat nerkotikanya akan berdampak juga ke orang-orang sekitarnya. Apalagi rokok elektrik ini bebas, bahkan saya melihat di sekitaran bandara saja yang biasanya rokok dilarang tapi rokok elektrik ini banyak yang gunakan,” jelas dia.


Editor : Udin Salim

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.