Saturday, 24 June, 2017 - 08:09

BNNP Sulteng Dapat Tangkapan Besar

TANGKAPAN BESAR - Kepala BNNP Sulteng, Kombes Pol.Tagam Sinaga bersama Kabid Pemberantasan BNNP Sulteng, AKBP Ridwan, saat memberikan keterangan pers, terkait penangkapan tiga pengedar narkoba di Palu, Selasa 4 April 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Amankan 1 Kg Sabu dan Tiga Pengedar

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng kembali menangkap pengedar narkoba. Tangkapan kali ini terbilang besar. Berat sabunya mencapai 1 kg, dengan tiga orang pengedar. Nilai barang buktinya sekitar Rp1,8 miliar.

Kabid Pemberantasan BNNP Sulteng, AKBP Ridwan, di  kantor BNNP Sulteng, kepada wartawan Selasa 4 April 2017, mengatakan, ketiga pengedar tersebut masing-masing berinisial MG seorang wanita dan dua lelaki inisial AAW alias O, dan pemilik barang berinisial AAC, ditangkap terpisah di sekitar Kelurahan Palupi dan Maesa, Kecamatan Tatanga, Senin 3 April 2017, antara pukul 15.30 Wita – 17.00 Wita.

Salah satu dari tiga tersangka, bahkan merupakan residivis dengan kasus yang sama, yang sebelumnya telah ditangkap dua kali oleh pihak  Polda Sulteng dan BNNP Sulteng. Diduga, jaringan tersebut merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional dari Malaysia.

“Tim yang saya pimpin sekitar jam 15.30 sampai 17.00 WITA (Senin 3 April 2017), telah berhasil melakukan penangkapan dua lelaki dewasa dan satu perempuan dewasa, dengan barang bukti yang ditemukan sekitar 1 kilogram sabu, beserta barang bukti lain yang diduga ada kaitannya,” urai AKBP Ridwan.

AKBP Ridwan menjelaskan, penangkapan tersebut, merupakan pengembangan dari kasus narkoba, yang melibatkan tersangka inisial A, yang saat ini telah mendekam di Lapas Cipinang. Meskipun telah berada di Lapas, tersangka A masih dapat melakukan kontrol terhadap peredaran narkoba, dan termasuk dikirim ke Kota Palu, melalui suatu ekspedisi.

“Rekan-rekan dari BNN RI mengikuti, dan setelah yang menerima barang ini tertangkap, dari situlah dikembangkan dan didapatkan nama yang bersangkutan, kemudian dilakukan upaya penangkapan pertama di Tatanga lalu. Pada saat itu (penangkapan pertama), penggeledahan di TKP, yang bersangkutan sudah tidak ada di tempat, dan situasi tidak memungkinkan. Dan setelahnya dikeluarkan DPO, dan pada upaya penangkapan kedua ini, pertama kali ditangkap ialah MG, lalu AAW alias O dan si pemilik barang AAC,” jelasnya lagi.

Kepala BNNP Sulteng, Kombes Pol.Tagam Sinaga mengatakan, penangkapan 3 orang jaringan pengedar narkoba tersebut, merupakan hasil dari pengembangan selama dua bulan, sejak Februari 2017 lalu.

“Sejak Februari 2017 kemarin, info awal diduga ada peredaran, yang dianggap marak di daerah Palupi dengan Maesa.inilah yang kami selidiki, dalam kurun 2 bulan kemudian, pada pagi kemarin (Senin 3 April 2017_Red) ada info bahwa akan ada barang (sabu) yang ‘dibuang’,” ungkap, Kombes Pol. Tagam.

Dirinya menambahkan, pada proses penangkapan, salah seorang tersangka terpaksa ditembak oleh tim dari BNNP Sulteng, karena berupaya melawan, dan tidak mau menunjukkan barang bukti seberat 900 gram.

“Salah satu tersangka kita lakukan penembakan, karena ketika kita tangkap ia berusaha melarikan diri, dan dia tidak mau menunjukkan di mana barang bukti. Kemudian kita datangi alamatnya sesuai KTP, lalu dilakukan penggeledahan ditemukan sabu 900 gram (bagian dari total 1 Kg-red),” tambahnya.

Kombes Pol. Tagam menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan, terkait dengan penangkapan tiga orang pengedar tersebut. Ia juga menyebutkan, dengan barang bukti sejumlah 1 kilogram, ketiga tersangka dapat diancam dengan hukuman mati.

“Barang bukti 1 kilogram ke atas, bida diancam dengan hukuman mati. Namun, kembali lagi, vonis itu nanti oleh hakim di pengadilan. Dan dengan waktu penyelidikan, usai penangkapan maksimal 6 x 24 jam, ini akan kita manfaatkan untuk pengembangan,” jelasnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.