Sunday, 22 October, 2017 - 18:03

BPJS Ketenagakerjaan Blusukan di Morowali

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah, Zulkarnaen Nasution (Tengah) saat berkunjung ke Kabupaten Morowali baru-baru ini. (Foto : Murad Mangge)

“Para pelaku usaha dan pekerja bukan penerima upah untuk mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja guna mewujudkan cita-cita mulia untuk mensejahterakan pekerja,” - Zulkarnaen Nasution, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah -

Bungku, Metrosulawesi.com - Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah, Zulkarnaen Nasution, berkunjung ke Kabupaten Morowali baru-baru ini. Kunjungan tersebut dalam rangka sosialisasi sekaligus evaluasi dan monitoring pelaksanaan regulasi yang berkaitan dengan ketenagakerjaan di daerah.

Berkaitan dengan hal itu, Zulkarnaen Nasution bertemu langsung dengan dinas dan instansi terkait, seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Morowali dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Morowali.

“Maksud kunjungan kami ini untuk mempertajam regulasi nasional di tingkat daerah, guna mendukung program BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Morowali,” kata Zulkarnaen kepada beberapa wartawan harian di Morowali.

Dalam kunjungannya di Morowali, Zulkarnaen Nasution menyempatkan diri melakukan dialog interaktif di Radio Suara Morowali 102,3 FM. Dalam dialog yang melibatkan media cetak di daerah itu, Zulkarnaen menjabarkan transformasi Jamsostek ke BPJS Ketenagakerjaan, yang merupakan bentuk kepedulian Pemerintah terhadap para pekerja penerima upah dan bukan penerima upah.

BPJS Ketenagakerjaan, kata dia, mempunyai program unggulan, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua, serta jaminan pensiun. Juga ada program khusus untuk para pekerja bukan penerima upah, seperti tukang ojek, nelayan, petani, dokter, swasta, dan lainnya.

“Juga ada program perlindungan bagi pekerja proyek proyek yang bersumber APBD ataupun APBN. Iuran BPJS Ketenagakerjaan sangat terjangkau, dan tidak memberatkan para pelaku usaha, dan sebagai bentuk kepedulian pelaku usaha kepada karyawannya sesuai dengan undang-undang yang ada,” jelasnya.

Zulkarnaen menghimbau, agar para pelaku usaha dan pekerja bukan penerima upah untuk mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja guna mewujudkan cita-cita mulia untuk mensejahterakan pekerja.

“Guna membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera, sesuai degan tagline dari BPJS Ketenagakerjaan yakni “Jembatan Menuju Kesejahteraan Peserta,” imbuhnya.

Dialog interaktif itu juga dihadiri Kepala Cabang Pembantu BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Morowali, Shalengke. Dia berharap agar para pelaku usaha dan pekerja bukan penerima upah bisa mendatangi langsung Kantor Cabang Pembantu BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Morowali, yang terletak di Jalan Trans Sulawesi No.99, Desa Ipi, Kecamatan Bungku Tengah.

“Silahkan datang ke kantor kami untuk berkonsultasi seputar mekanisme pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Shalengke.


Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.